parlemen

Komisi V DPRD Jabar Soroti kekurangan ruang kelas di SMK Majalengka, RKB Jadi Prioritas 2026-2027

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:46 WIB
Kekurangan ruang kelas di SMK Majalengka disorot Komisi V DPRD Jabar, RKB didorong masuk prioritas anggaran. (Dok. Humas DPRD Jabar)

MAJALENGKA, Mediapriangan.com - Persoalan kekurangan ruang kelas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Majalengka kembali menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Jabar.

Kunjungan kerja yang dilakukan ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Majalengka membuka fakta bahwa kebutuhan ruang kelas baru atau RKB belum sebanding dengan pertumbuhan jumlah siswa dan pengembangan jurusan.

Dalam agenda tersebut, Komisi V DPRD Jabar menilai kondisi kekurangan ruang kelas tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga pada optimalisasi program keahlian yang terus berkembang di SMK Majalengka.

Baca Juga: Situs Palsu DPRD Pangandaran Terungkap, Diskominfo Pangandaran Ingatkan Cek Domain .go.id sebelum Akses

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi, ketersediaan ruang belajar dan fasilitas praktik dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Encep Sugiana, menyampaikan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan anggaran Tahun 2025 menunjukkan efisiensi masih memengaruhi operasional di tingkat cabang dinas, termasuk dukungan terhadap sarana pendidikan.

“Dari sisi efisiensi, ada beberapa kendala operasional yang disampaikan, termasuk kebutuhan dukungan sarana dan prasarana yang masih perlu diperkuat,” kata Encep Sugiana, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: Setahun Memimpin, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi Polda dan DPRD atas Perubahan di Jawa Barat

Ia menegaskan, kekurangan ruang kelas di SMK Majalengka menjadi persoalan mendesak yang tidak bisa ditunda. Jumlah peserta didik yang terus bertambah serta bertambahnya program keahlian menuntut adanya penambahan RKB dan ruang praktik yang memadai.

“SMK ini sangat membutuhkan penambahan ruang kelas dan fasilitas praktik. Jumlah siswa dan program keahliannya terus berkembang, namun ruang belajar masih terbatas sementara lulusannya banyak terserap di industri sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX telah mulai memetakan kebutuhan prioritas dan menyusun langkah strategis guna memaksimalkan anggaran pendidikan 2026–2027.

Baca Juga: Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Duduk Bareng Ikatan Pedagang Keliling Ciamis Jelang Ramadan

Upaya ini diharapkan mampu menjawab kekurangan ruang kelas serta memperkuat sarana praktik di SMK Majalengka secara bertahap.

Komisi V DPRD Jabar juga mendorong agar kebutuhan RKB dan fasilitas penunjang lainnya dapat terakomodasi melalui optimalisasi anggaran daerah maupun dukungan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Halaman:

Tags

Terkini