“Pokoknya pas udah punya beras sama yang lainnya, udah bayar kontrakan, kadang coba beli ayam setengah kilo. Kadang beli kepalanya aja,” terangnya.
Baca Juga: Ramadan Tiba, KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel, Warga Terancam Sanksi Pidana
Dalam keseharian, makanan sederhana menjadi hal biasa bagi mereka.
“Nggak perlu makan enak, apalagi dia asalkan ada garam atau kecap, nggak pilih-pilih makan,” sambungnya.
Nenek di Bandung itu juga mengungkapkan keinginannya agar ada pihak yang membantu mengurus cucunya. Namun bocah tersebut menolak berpisah.
“Nenek berharap ada yang ngurus Adit, tapi ‘Mau sama nenek’ katanya. Nenek kasihan banget melihat Adit, coba sambil ikut ngaji tapi ketemu orang mabuk terus,” jelasnya.
Baca Juga: Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Upaya memasukkan sang cucu ke pesantren pun belum bisa terwujud karena kondisi ekonomi terbatas yang mereka hadapi, bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Sejak diunggah, video viral bocah Majalaya yang membawa makanan dari masjid untuk nenek di Bandung itu telah ditonton jutaan kali. Simpati warganet pun mengalir deras.
Banyak yang menyoroti kepedulian tetangga sekitar yang membantu mereka bertahan di tengah keterbatasan.***