“Pokoknya pas udah punya beras sama yang lainnya, udah bayar kontrakan, kadang coba beli ayam setengah kilo. Kadang beli kepalanya aja,” terangnya.
Baca Juga: Ramadan Tiba, KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel, Warga Terancam Sanksi Pidana
Dalam keseharian, makanan sederhana menjadi hal biasa bagi mereka.
“Nggak perlu makan enak, apalagi dia asalkan ada garam atau kecap, nggak pilih-pilih makan,” sambungnya.
Nenek di Bandung itu juga mengungkapkan keinginannya agar ada pihak yang membantu mengurus cucunya. Namun bocah tersebut menolak berpisah.
“Nenek berharap ada yang ngurus Adit, tapi ‘Mau sama nenek’ katanya. Nenek kasihan banget melihat Adit, coba sambil ikut ngaji tapi ketemu orang mabuk terus,” jelasnya.
Baca Juga: Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Upaya memasukkan sang cucu ke pesantren pun belum bisa terwujud karena kondisi ekonomi terbatas yang mereka hadapi, bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Sejak diunggah, video viral bocah Majalaya yang membawa makanan dari masjid untuk nenek di Bandung itu telah ditonton jutaan kali. Simpati warganet pun mengalir deras.
Banyak yang menyoroti kepedulian tetangga sekitar yang membantu mereka bertahan di tengah keterbatasan.***
Artikel Terkait
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Resmi Diluncurkan, Promedia Group Gandeng SKI Wujudkan Hunian Sehat dan Layak
Yogi Studio by The Blew Asal Bandung Tembus Pasar Mancanegara, Koleksi Imlek 2026 Curi Perhatian Global
Peserta Diminta Hindari Calo, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Tegaskan Klaim JHT Mudah dan Gratis
Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
Fenomena Hari Raya 2026, Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Berdekatan, Terjadi di Indonesia
Pendaki Gunung Ijen Selamat usai Hilang, Operasi SAR Banyuwangi Ungkap Fakta Baru di Kawah Ijen