BANDUNG, Mediapriangan.com - Pelaksanaan program strategis nasional di Kabupaten Bandung mendadak jadi sorotan publik. Ratusan pelajar dari SMPN 1 Dayeuhkolot dilaporkan melakukan aksi pengembalian paket makanan secara massal ke dapur penyedia pada Selasa (7/4/2026).
Langkah nekat ini diambil para siswa SMPN 1 Dayeuhkolot lantaran menu Makan Bergizi Gratis yang mereka terima tercium memiliki arama tak sedap.
Aksi protes tersebut terekam dalam video yang tersebar luas di grup komunikasi warga. Para siswa yang merasa kecewa membawa kembali ompreng berisi nasi, ayam rendang, tempe orek, dan buah melon tersebut menuju SPPG Citeureup yang berlokasi di Jalan Pasigaran, Bandung.
"Bau kelek (ketiak)," begitu kata sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot di lokasi saat mendeskripsikan kondisi makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi tersebut.
Menanggapi gejolak di lapangan, jajaran Forkopimcam Dayeuhkolot bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas pengolahan milik SPPG Citeureup.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, bersama pihak kepolisian dan TNI memeriksa langsung titik penyimpanan hingga proses distribusi guna mencari sumber penyebab munculnya aroma tak sedap pada ribuan paket makanan tersebut.
Baca Juga: Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Triyono Raharja, mengungkapkan bahwa insiden pengembalian paket makanan oleh para pelajar ini merupakan puncak dari keresahan yang sebelumnya sudah mulai terendus.
Pihak kepolisian ternyata sudah memantau kualitas layanan di lokasi tersebut berdasarkan laporan-laporan awal dari masyarakat sekitar.
"Bukan kali ini saja kami menerima laporan," kata Triyono dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Triyono menambahkan bahwa kasus yang melibatkan siswa SMPN 1 Dayeuhkolot ini menjadi perhatian serius karena skala pengembaliannya yang cukup besar dibandingkan keluhan sebelumnya.
"Sebelumnya juga ada keluhan dari warga terkait kualitas makanan. Namun, kejadian kali ini paling menonjol karena sampai terjadi pengembalian makanan oleh siswa ke dapur SPPG," tambahnya.