daerah

Andovi da Lopez Tantang Keberanian FH UI Usut Kasus Pelecehan, Sebut Ada Tekanan Orang Tua dari Kalangan Pejabat

Kamis, 16 April 2026 | 10:38 WIB
Sorotan tajam Andovi da Lopez terhadap kasus pelecehan di FH UI. Ia mendesak kampus bertindak tegas meski ada tekanan dari orang tua pejabat. (Instagram.com/@andovidalopez)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Gelombang kritik keras datang dari alumni ternama menyusul mencuatnya dugaan skandal asusila di lingkungan pendidikan hukum paling bergengsi di tanah air.

YouTuber sekaligus aktor, Andovi da Lopez, secara terbuka mempertanyakan integritas almamaternya dalam menangani kasus pelecehan yang melibatkan belasan mahasiswa.

Kasus yang bermula dari viralnya percakapan grup berisi narasi merendahkan perempuan ini menarik perhatian publik karena para terduga pelaku merupakan sosok-sosok yang memegang posisi strategis di organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Kampus UBL Masuk Jalur Hukum, Korban Laporkan Oknum Dosen ke Polda Metro Jaya

Menanggapi situasi tersebut, Andovi yang merupakan lulusan angkatan 2012 merasa terpanggil untuk menyuarakan keresahannya.

"Sebagai alumni FH UI angkatan 2012 dan sebagai orang yang mempunyai tunangan yang mengajar di UI," tegasnya dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (16/4/2026).

Kegelisahan Andovi memuncak seiring munculnya isu adanya upaya perlindungan terhadap para pelaku. Ia melontarkan tantangan terbuka kepada pimpinan universitas mengenai pemberian sanksi tegas tanpa pandang bulu.

"Apakah FH UI dan Universitas Indonesia akan berani menjatuhkan keputusan dan sanksi?" ujar Andovi.

Baca Juga: Bukan Cokelat, Banjir di Cemani Sukoharjo Mendadak Hitam Legam, Warga Geger Temukan Cairan Pekat

Representasi Penegakan Hukum Nasional

Bagi Andovi, cara fakultas merespons kasus pelecehan ini bukan sekadar urusan internal kampus, melainkan cerminan dari wajah hukum di Indonesia.

Jika lembaga yang mencetak para ahli hukum gagal menegakkan keadilan di rumah sendiri, maka legitimasi hukum negara secara luas patut dipertanyakan.

"Maksudnya apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini," kritik Andovi da Lopez.

Halaman:

Tags

Terkini