Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa aktif yang bergerak cepat menggelar forum terbuka di auditorium fakultas untuk menuntut kejelasan.
"Saya mau apresiasi kepada semua mahasiswa mahasiswi FH UI lainnya yang secara sangat cepat langsung memakai (auditorium) FH untuk melakukan sebuah forum," kata Andovi.
Ia menambahkan bahwa forum tersebut sangat krusial, "(Hal itu) untuk menanyakan pertanggungjawaban terhadap 16 orang (terduga pelaku) itu."
Dugaan Intervensi Orang Tua dari Kalangan Pejabat
Salah satu poin paling krusial dalam sorotan ini adalah adanya desas-desus mengenai keterlibatan orang tua dari kalangan pejabat di balik para terduga pelaku.
Andovi mengaku mendengar kabar bahwa posisi kuat keluarga para pelaku menjadi tantangan tersendiri bagi kampus untuk menjatuhkan sanksi tegas.
"Dan, satu lagi, gua dengar banyak dari mereka, orang tuanya (punya jabatan) penting-penting. Dari keluarga penting," ungkap Andovi secara blak-blakan.
Baca Juga: Inovasi Penataan Halaman Gedung Sate, Solusi Atasi Macet dan Ruang Aspirasi yang Lebih Estetik
Meski menyadari adanya potensi tekanan politik atau jabatan, Andovi mendesak pihak universitas untuk tetap berdiri tegak demi kebenaran.
Menurutnya, ini adalah ajang pembuktian apakah FH UI tunduk pada relasi kuasa atau setia pada konstitusi.
"Mari kita lihat kalau FH UI atau Universitas Indonesia memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang benar," terang Andovi da Lopez.
Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa integritas akademik harus berada di atas segalanya.
"Meskipun pasti ada tekanan dari orang tua dari kalangan pejabat dan keluarga-keluarga ini yang penting," pungkasnya.***