TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Menghadapi tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai mengoptimalkan skema kolaborasi dengan sektor swasta.
Langkah taktis ini dibuktikan oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang menjembatani penyaluran bantuan sarana pendidikan untuk lembaga keagamaan dan sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya.
Pada Jumat, 17 April 2026, bantuan berupa perangkat meubelair resmi diserahkan secara langsung kepada Pesantren Assalafiyyatul Huda (YASHUDA) di Sukahurip, Kecamatan Sukaratu,Kabupaten Tasikmalaya.
Selain lingkungan pesantren, bantuan dari program CSR Chitose ini juga menyasar SDIT Al-Fattah Sukahurip di Kecamatan Rajapolah guna mengganti fasilitas belajar yang sudah tidak layak pakai.
Kondisi sarana belajar di lokasi tersebut sebelumnya cukup memprihatinkan. Meja-meja kayu lama yang digunakan para santri dan siswa dilaporkan sudah banyak yang mengalami kerusakan.
Kehadiran perlengkapan baru dari perusahaan perabot ternama ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta kualitas kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.
Dalam kunjungannya, Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tasikmalaya tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah semata.
Diperlukan kemitraan strategis dengan dunia usaha untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan dan keagamaan.
"Alahmadulillah, mudah-mudahan Chitose bisa lebih berkembang, karena program CSR untuk orang pasantren di sebut sedekah." ujar Cecep Nurul Yakin saat memberikan sambutan di hadapan perwakilan perusahaan Chitose, pengurus yayasan dan tokoh masyarakat.