Upaya Penenangan oleh Petugas Prami
Di tengah situasi yang mencekam, petugas pramugari kereta api (Prami) menunjukkan profesionalitas mereka.
Untuk meredam kegelisahan akibat guncangan keras, petugas berkeliling menawarkan air mineral kepada para penumpang yang masih tampak syok.
"Pramugari dari gerbong CS terlihat menenangkan penumpang sambil berkata, 'Minum air dulu biar nggak kaget,'" tuturnya menirukan ucapan petugas.
Informasi mengenai kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur ini pun mulai simpang siur di dalam gerbong.
Ada yang menduga kereta menabrak kendaraan kecil sebelum akhirnya fakta mengenai tabrakan antar-kereta terungkap.
"Saat akan keluar, terdengar suara seorang ibu dengan nada lemah yang menyampaikan bahwa kereta menabrak mobil," sambungnya.
Fakta Pilu di Balik Serpihan Peron
Kebenaran pahit baru terungkap saat beberapa penumpang memberanikan diri turun ke peron untuk melihat kondisi lokomotif.
Pemandangan mengerikan tersaji ketika bagian depan Argo Bromo Anggrek terlihat menyundul gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL.
"Saat berjalan ke arah depan, mulai terlihat bagian kereta di peron. Di momen itu, saya mulai merasa gugup karena kondisi terlihat tidak baik," jelas saksi mata tersebut.
Baca Juga: Tragedi Gerbong Perempuan di Stasiun Bekasi Timur: Investigasi KNKT dan Dugaan Gangguan Sinyal Maut
Data terbaru menunjukkan dampak fatal dari musibah ini. Meskipun seluruh penumpang Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat, kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur ini mengakibatkan 106 korban dari pihak penumpang KRL, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang mengalami luka-lukis.