daerah

Gebrakan Bank Sampah Kota Tasikmalaya dalam Program Tasik Nyaman, Kurangi 17 Persen Sampah

Kamis, 30 April 2026 | 08:17 WIB
Wakil Walikota Tasikmalaya, Diki Candra, berbincang santai dengan para pegiat sampah dalam acara Silaturahmi Bank Sampah se-Kota Tasikmalaya di Pondok Hijau, Tamansari, Rabu (29/4/2026). (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memberdayakan program bank sampah guna mengatasi permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya.

Hal itu terbukti dari sebanyak 120 bank sampah unit (BSU) yang ada di Kota Tasikmalaya, sebanyak 70 sudah didaftarkan atau masuk SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional).

SIPSN sendiri adalah sistem jejaring pengelolaan sampah nasional terintegrasi yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang fungsinya mengumpulkan data pengurangan dan penanganan sampah dari pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota untuk menghasilkan kompilasi data sampah nasional.

Baca Juga: Diky Chandra Dukung Prodigi, Angin Segar bagi Hak Cipta Musisi dan Pencipta Lagu di Kota Tasikmalaya  

Pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Kota Tasikmalaya adalah bagian dari implementasi program Tasik Nyaman yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menciptakan lingkungan kondusif melalui pembenahan infrastruktur dasar, seperti penyediaan air bersih, dan penataan sistem saluran air (drainase).

Program Tasik Nyaman tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga dan kenyamanan kota melalui perbaikan infrastruktur, penataan kota, dan kebersihan lingkungan untuk mendukung kenyamanan warga.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandra Negara mengatakan, permasalahan krusial di Kota Tasikmalaya salah satunya adalah masalah sampah.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra saat melihat langsung sistem pengolahan sampah biopori dan pemanfaatan limbah botol bekas menjadi kandang ayam di Kelurahan Mulyasari, Rabu (29/4/2026). (Dok. AMS)

Permasalahan sampah di Kota Tasik belum beres di tengah permasalahan lain yang ada di Kota Tasik. Kondisi tersebut kata Diky Chandra, tidak bisa dibiarkan tapi harus ada langkah konkret.

"Kita harus bisa memilah skala prioritas penyelesaian masalah agar permasalahan tersebut bisa diatasi," ujar Diki Candra saat menghadiri kegiatan Silaturahmi kumpulan pelaku Bank Sampah Kota Tasikmalaya di Pondok Hijau Jalan Sukamaju RT 001 RW 003 Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari, Rabu (29/4/2026).

Karena kata dia, kalau tidak ada skala prioritas dalam penanganan masalah termasuk masalah sampah, akan sulit untuk memberikan yang terbaik dalam penanganan permasalahan tersebut.

Baca Juga: Sebanyak 358 Atlet Tinju Dari Tanah Air Ramaikan Event Boxing Van Java 2026 di Kota Tasikmalaya

Menurut Diky Chandra, bank sampah bagian dari penyelesaian beberapa masalah yang muncul terkait sampah di Kota Tasikmalaya.

Sehingga kata dia, penggiat bank sampah harus terus didorong dan dimotivasi untuk terus bergerak.

Halaman:

Tags

Terkini