TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama FK Tagana dan BRI meresmikan penggunaan Jembatan Gantung Brilian Kencana Mekar yang menghubungkan Desa Girikencana dan Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, Kamis (7/5/2026).
Jembatan sepanjang 80 meter itu dibangun setelah jembatan lama putus akibat faktor usia dan diterjang luapan sungai saat intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu.
Pembangunan jembatan merupakan bantuan dari BRI melalui YBM BRILIAN dan IWABRI sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan akses masyarakat di wilayah rawan bencana.
Baca Juga: Pesantren Pilar Sejarah Bangsa, FPP Kabupaten Tasikmalaya Dikukuhkan
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan, keberadaan jembatan baru memiliki fungsi strategis tidak hanya untuk aktivitas masyarakat, tetapi juga sebagai jalur penunjang penanganan kebencanaan.
“Jembatan ini sangat penting karena selain mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial warga, juga menjadi jalur alternatif distribusi logistik apabila akses utama terputus akibat bencana,” katanya.
Ia menjelaskan wilayah Parungponteng memiliki karakter geografis yang cukup rentan terhadap dampak cuaca ekstrem, sehingga keberadaan akses penghubung yang memadai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Peresmian jembatan turut dihadiri Ketua IWABRI Pusat beserta jajaran, Camat Parungponteng, Kepala Desa Girikencana, Kepala Desa Barumekar, dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Masyarakat menyambut positif pembangunan tersebut. Tokoh pemuda Parungponteng, Asep Heryadi, menyebut jembatan baru memberi rasa aman bagi warga yang selama ini khawatir saat melintasi jalur lama yang rusak.
Menurutnya, akses penghubung yang layak sangat penting untuk mempercepat aktivitas perdagangan hasil pertanian, pendidikan pelajar, hingga mobilitas masyarakat antar desa.
Baca Juga: Perkuat Sektor Perbankan, Tiga Bank Milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Bakal Lakukan Merger
Namun demikian, ia meminta pemerintah turut memperhatikan kondisi infrastruktur lain di Parungponteng, terutama sejumlah jembatan di Desa Cibanteng yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Selain jembatan, akses jalan menuju wilayah tersebut juga masih memerlukan peningkatan agar konektivitas antarwilayah di selatan Tasikmalaya semakin baik.