TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Keberadaan puluhan eks stan PKL bantuan dari Bank BJB yang sebelumnya dikabarkan menghilang dari kawasan pedestrian Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya kondisinya sangat memprihatinkan.
Setelah hampir empat tahun, stan-stan yang kini disimpan di lokasi komplek Gedung Pusat Pengembangan Industri dan Kerajinan (PPIK) Jalan Letnan Mashudi Kota Tasikmalaya tersebut terlihat tidak terurus dan mengalami kerusakan akibat dibiarkan kepanasan dan kehujanan.
Padahal dilihat dari sisi nilai, stan-stan yang dibuat dengan konsep minimalis modern tersebut dibuat dengan anggaran cukup besar karena bahan-bahan yang digunakan terbuat dari bahan yang cukup bagus. Sehingga jika digunakan sangat layak dan cukup untuk usaha skala kecil.
"Ya sayang aja, kenapa malah ditumpuk tidak digunakan, padahal pasti banyak masyarakat yang butuh, termasuk saya juga mau," ujar Titin (46) salah seorang warga Kelurahan Kartanegara yang lokasinya tidak jauh dari komplek PPIK, Kamis (14/5/2026).
Titin mengatakan, sepengetahuannya, stan-stan tersebut disimpan di PPIK sejak bulan Desember tahun 2022 pada zaman pemerintahan dengan Wali Kota Muhammad Yusup.
"Ya kalau tidak salah tahun 2022 akhir zaman Walikotanya Pak Yusuf," ujar Titin.
Salah seorang petugas di PPIK Kota Tasikmalaya Iyan (52) mengatakan, stan-stan warna biru kuning berlabel Bank BJB tersebut sudah hampir empat tahun disimpan di komplek Gedung PPIK.
"Ya sekitar empat tahunan Pak, saya juga kurang tahu kenapa disimpan di sini, katanya dulu stan-stan ini untuk eks stan PKL di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya," katanya.
Penelusuran di lapangan, stan-stan tersebut merupakan bagian dari proyek pedestrian di Jalan HZ Mustofa dan Cihideung, Kota Tasikmalaya tahun 2022.
Sedianya stan-stan tersebut disimpan di jalur kawasan pedestrian Jalan HZ Kota Tasikmalaya guna mengakomodir pedagang kaki lima (PKL) agar bisa berjualan secara tertib dan tertata.