Anggota Komisi XI DPR RI, Shohibul Imam, menilai peningkatan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Melalui fungsi pengawasan, DPR RI terus mendorong OJK agar memperluas program edukasi keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat perlindungan konsumen sehingga manfaat sektor jasa keuangan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, Program GENIUS menjadi langkah strategis karena melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai ujung tombak penyebaran literasi keuangan.
"Satu orang guru dapat mendidik ratusan siswa, dan setiap siswa akan membawa pengetahuan itu ke lingkungan keluarganya. Kolaborasi antara DPR RI, OJK, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan akan menciptakan efek pengganda dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas secara finansial," katanya.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas Lewat Sekolah Pasar Modal di Ciamis
Pemkab Ciamis Sambut Positif
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi sinergi antara OJK, DPR RI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan sektor jasa keuangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ia berharap Program GENIUS mampu menjadi gerakan berkelanjutan untuk menanamkan budaya literasi keuangan sejak dini melalui peran guru dan kepala sekolah.
"Program ini merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi Ciamis yang cerdas finansial, mandiri, dan berkarakter sehingga mampu menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan," ujar Herdiat.
Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai agen literasi keuangan akan memberikan dampak luas, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga keluarga dan masyarakat.
Baca Juga: Gandeng PERSIS, OJK Perluas Akses Keuangan Syariah di Garut Lewat Duta Literasi hingga Tingkat Desa
Bekali Guru Hadapi Tantangan Keuangan Digital
Selain memperkenalkan pentingnya literasi keuangan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat serta berbagai risiko keuangan di era digital.
Materi yang diberikan meliputi kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, investasi ilegal, penipuan keuangan digital, hingga judi online yang belakangan semakin marak.
Tak hanya itu, para guru dan kepala sekolah juga mendapatkan edukasi mengenai konsep financial well-being, mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, penyusunan dana darurat, perlindungan keuangan, hingga persiapan dana pensiun.***