Situasi yang semula berkaitan dengan persoalan utang Rp150 ribu itu kemudian berubah menjadi aksi kekerasan. RH diduga menyerang korban dan warga lain yang berada di sekitar lokasi menggunakan pedang.
Seorang pria berinisial RP (35) dilaporkan menjadi salah satu korban. Akibat serangan tersebut, RP mengalami luka pada bagian tangan dan mulut.
Selain RP, tiga orang lainnya juga dilaporkan menjadi korban dalam insiden penganiayaan tersebut.
Rekaman Aksi Sabetan Pedang Beredar di Media Sosial
Keributan yang berlangsung dini hari itu sempat direkam oleh warga sekitar. Video yang memperlihatkan aksi penyerangan menggunakan pedang kemudian tersebar di media sosial.
Peredaran rekaman tersebut membuat kasus preman Kiaracondong menjadi perhatian publik. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi.
Ketika petugas tiba, sejumlah korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka. Sementara itu, RH bersama rekan-rekannya telah meninggalkan lokasi.
Penyelidikan kemudian dilakukan untuk mencari keberadaan para pelaku. Hasilnya, polisi menemukan RH bersembunyi di rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
RH akhirnya diamankan bersama barang bukti dalam waktu kurang dari satu hari sejak insiden berlangsung.
Polisi Sebut Pelaku Terpengaruh Minuman Keras
Dalam penyelidikan awal, polisi juga menemukan dugaan bahwa RH melakukan aksi tersebut dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang didalami polisi dalam proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
Baca Juga: Diduga Berawal dari Puntung Rokok, Kebakaran Lahan Satu Hektare di Sukaresik Berhasil Dicegah Meluas