KEBUMEN, Mediapriangan.com - Kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa SMK di Kebumen, Jawa Tengah, kini memasuki proses penanganan kepolisian. Seorang pelajar diamankan untuk menjalani pemeriksaan setelah muncul laporan mengenai dugaan kekerasan terhadap siswa lain.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan aksi kekerasan beredar di media sosial. Dalam video itu, seorang siswa berseragam pramuka terlihat berada di sebuah lahan kosong, sementara pelajar lain yang diduga sebagai pelaku tampak tidak mengenakan baju dan mengajaknya berkelahi.
Kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dinilai mengetahui kejadian tersebut. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen telah meminta keterangan dari korban, pelapor, serta seorang saksi.
Baca Juga: Kecelakaan Yukie Pas Band di Bandung, Kepala Dijahit 10 Jahitan, Pengemudi Penabrak Akui Microsleep
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan penyelidikan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait dugaan perundungan tersebut.
"Polres Kebumen telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Putu dalam keterangannya, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi kepolisian, dugaan kekerasan itu berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasinya berada di area belakang sebuah SMK di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.
Terduga pelaku yang masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur kemudian dibawa ke Polres Kebumen untuk menjalani pemeriksaan.
Berawal Saat Korban Mengantre MBG
Rangkaian kejadian tersebut diduga bermula ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Kuasa hukum korban, HD Sriyanto, menyebut insiden terjadi di lingkungan salah satu SMK di Kecamatan Kutowinangun.
"Kami bersama tim mendampingi adanya tindak pidana perundungan terhadap anak yang terjadi di salah satu SMK Kutowinangun," ujar Sriyanto.
"Kejadiannya pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, saat masih dalam kegiatan belajar mengajar," tambahnya.