Menurut Sriyanto, korban ketika itu sedang mengikuti antrean untuk memperoleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Situasi kemudian berubah ketika korban diduga dibawa keluar dari antrean menuju area kosong yang berada di belakang gedung sekolah. Di tempat tersebut, korban disebut mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya.
Aksi yang terekam dalam video itu memperlihatkan adanya hantaman dan bantingan terhadap korban. Rekaman tersebut selanjutnya tersebar di media sosial dan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam penanganan dugaan perundungan siswa SMK Kebumen.
Baca Juga: 2 Tempat Makan Jakarta Selatan untuk Santap Malam, Ada Ayam Goreng 24 Jam hingga Bakmi Daging Bakar
Mediasi Tidak Menemukan Penyelesaian
Perkara dugaan perundungan itu kemudian berlanjut ke jalur hukum. Orang tua korban bersama kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Kebumen pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Langkah hukum tersebut ditempuh setelah proses mediasi yang sebelumnya melibatkan keluarga korban, pihak sekolah, serta keluarga siswa yang diduga sebagai pelaku belum menghasilkan penyelesaian yang diharapkan.
Pihak keluarga korban meminta aparat kepolisian mengusut dugaan kekerasan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bagi keluarga, proses hukum diperlukan untuk memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang dialami korban.
"Kami berharap segera ditindaklanjuti agar jangan sampai terjadi di sekolah tersebut ataupun sekolah-sekolah yang lain," tutur Sriyanto.
"Prinsipnya sesuai dengan hukum yang berlaku," sambungnya.
Baca Juga: 3 Wisata Kuliner Jakarta Selatan untuk Singgah Usai Kerja, Ada RM Sinar Gakong hingga Sinilagi
Kondisi Korban Menjadi Kekhawatiran Keluarga
Dari sisi keluarga, dugaan kekerasan tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi korban. Ibu korban berinisial SU menyampaikan bahwa anaknya mengalami sejumlah keluhan setelah kejadian.
Korban disebut merasakan sakit pada bagian kepala dan perut. Selain itu, terdapat lebam pada beberapa bagian tubuh.
Artikel Terkait
Gempa NTT M 7,7, 38 Orang Meninggal Dunia, 2.000 Jiwa Mengungsi dan Kerusakan Masih Didata
Gempa NTT 7,7 Magnitudo, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dan Bantuan Segera Dikirim
Bukan Bakso Biasa, 3 Bakso Gepeng di Jakarta Ini Punya Sensasi Gigitan yang Bikin Nagih
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Gempa Bumi NTT Tewaskan 47 Orang, Ini Jejak 10 Gempa Bumi Dahsyat yang Mengguncang Wilayah Ini dalam 51 Tahun
Paskibraka 2026 Dikukuhkan Gibran Rakabuming di Istana Negara, Ini Daftar 76 Pelajar Siap Bertugas 17 Agustus