daerah

OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:21 WIB
OJK Tasikmalaya bersama Bank bjb Tasikmalaya memberikan edukasi keuangan kepada 91 anggota Pramuka di SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Memperingati Hari Pramuka, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank bjb) Tasikmalaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.

Sebanyak 91 anggota Pramuka dari SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya mengikuti edukasi keuangan yang digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat, 13–14 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak. Di tengah semakin masifnya penggunaan teknologi digital, para peserta juga diberikan pemahaman untuk mengenali serta mewaspadai berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat mengancam generasi muda.

Baca Juga: Budaya Sunda dan Jejak Sejarah Warnai Peringatan HUT RI ke-81 di Galunggung

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan edukasi keuangan bagi pelajar merupakan langkah penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial maupun tren yang berkembang di lingkungan digital.

Salah satu materi yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap perilaku Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People's Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO).

Baca Juga: Milangkala ke-12 LSM PADI Teguhkan Wawasan Kebangsaan dan Kepedulian Sosial di Tasikmalaya

"Pelajar didorong untuk tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren, mencari pengakuan dari lingkungan, atau mengejar kesenangan sesaat," ujar Nofa.

Ia menilai kebiasaan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial dapat mendorong perilaku konsumtif dan pengeluaran yang tidak terkendali.

Karena itu, pelajar didorong mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Baca Juga: Profil Kombes Jerrold Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera RI yang Dipanggil Prabowo

Waspadai Pinjaman Online Ilegal

Halaman:

Tags

Terkini