Peristiwa itu disebut terjadi pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB. Rekaman CCTV kemudian beredar luas di media sosial dan pertama kali ramai setelah diunggah melalui akun Threads @trashygoddess pada Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga: Siswi Karo Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSCM, Dokter Pastikan Memori dan Fungsi Otaknya Baik
Teman Korban Beri Penjelasan
Di tengah ramainya video wanita ditendang tersebut, teman korban memberikan penjelasan mengenai kondisi korban setelah kejadian.
Ia menjelaskan bahwa korban tidak memberikan perlawanan ketika mendapatkan serangan secara tiba-tiba. Menurutnya, respons tersebut berkaitan dengan kondisi syok yang dialami korban.
Buat yang nanya ‘Kenapa kakak baju putih diam saja dan kabur? kenapa ga melawan?’ Ini dia jawabannya. Bagaimana sistem otak bekerja saat seseorang mengalami shock,” tulisnya pada utas terbaru, Kamis, 17 September 2026.
“Ketika lagi santai milih makanan, otak kita dalam kondisi relax, bukan siaga. Tiba-tiba ditendang dari belakang, amigdala bagian otak yang berperan mendeteksi ancaman bisa langsung mengaktifkan respons stres,” lanjutnya.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan warganet mengenai alasan korban memilih meninggalkan lokasi setelah insiden.
Baca Juga: Nusron Wahid dan Raja Juli Antoni dalam Pusaran Kasus, Kapan Prabowo Mengevaluasi Dua Menterinya?
Bantah Dugaan Korban Copet
Teman korban juga membantah informasi yang menyebut korban sebagai pelaku pencopetan.
Menurutnya, pasangan yang berada di dekat korban saat kejadian bersedia memberikan keterangan apabila perkara tersebut dilanjutkan melalui jalur hukum.
“Bagi yg berspekulasi di luar konteks, ada yang copet dan buzzer lainnya, saya tegaskan bahwa pasangan yang mengantri di sebelah teman saya, bahkan setelah kejadian tersebut baru saja terjadi, mereka langsung berkoordinasi dengan teman saya atau korban dan bersedia untuk menjadi saksi apabila kejadian ini akan ditindaklanjuti,” terangnya.
Baca Juga: Komponen 96 Kritik Kinerja Pemkot Tasikmalaya, DPRD Disorot soal Fungsi Pengawasan
“Mereka juga sudah saling komunikasi sampai sekarang. Jadi tolong warga yang cerdas yuk jangan malah kesana kemari. Ini pure tindakan kekerasan,” lanjutnya.