daerah

Hajat Lembur Pangandaran Bukan Sekadar Ritual, Abah Anton Dorong Budaya Sunda Jadi Daya Tarik Wisata

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB
Hajat Lembur Pangandaran digelar di Desa Babakan, Minggu (11/10/2026). Abah Anton (tengah) mendorong pertunjukan budaya rutin di kawasan wisata. (Dok. AMS)

Baca Juga: Milangkala ke-4 Panglawungan Ambu Midang di Kota Tasikmalaya, Ratusan Ambu Tampilkan Tradisi Budaya Sunda

Pelaksanaan gagasan tersebut, ujar Abah Anton, memerlukan program, pembiayaan, pengelolaan, serta skema yang memastikan seniman memperoleh manfaat ekonomi.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Megi Rijua Parlumi, mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan atraksi buatan.

"Kebudayaan lokal perlu ditumbuhkembangkan supaya menjadi salah satu daya tarik," ujar Megi.

Ia menyebut Pangandaran memiliki keragaman budaya di wilayah pesisir dan perbukitan. Perpaduan budaya Sunda dan Jawa juga dinilai dapat menjadi representasi keberagaman masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Jabar Akan Ambil Alih Jembatan Margacinta Pangandaran, Bangunan Permanen Mulai 2027

Megi mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan potensi tersebut, termasuk mempertimbangkan kebutuhan ruang pertunjukan bagi pelaku budaya. Namun, keterbatasan sumber daya masih menjadi salah satu kendala.

Rencana penyediaan panggung budaya perlu dijelaskan lebih lanjut, termasuk lokasi, jadwal, anggaran, dan skema kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Yana Macan, yang juga menjabat Panglima Baranusa (Barisan Adat Raja Sultan Nusantara), mengatakan Hajat Lembur tidak hanya berkaitan dengan ritual adat.

"Makna kegiatan ini bukan sebatas sakralitas. Lebih dari itu, ada makna yang sangat mendalam, yakni kita bisa bersilaturahmi, bersama-sama, dan berbagi," ujarnya.

Baca Juga: WiFi Publik Gratis Resmi Hadir di Pangandaran, Pemkab Pangandaran Perluas Akses Digital di 6 Titik Strategis

Semangat ngarumat lembur, ujar Yana, diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pengurangan sampah plastik, dan pelestarian gotong royong.

Nilai tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pelestarian budaya mencakup seni, ritual, perilaku sosial, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab bersama.

Lebih lanjut, Yana menyebut Hajat Lembur Bojongkarekes menunjukkan potensi budaya Pangandaran untuk memperkuat sektor pariwisata.

Namun, tegas Yana, potensi itu memerlukan kebijakan dan program yang mendukung pelaku seni.

Halaman:

Tags

Terkini