Mediapriangan.com - Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi mengatakan Pekerja Migran Indonesia perlu mendapatkan perlindungan pemerintah dari segala permasalahannya.
Hal itu dikatakan Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi saat kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Daerah Provinsi Jawa Barat.
Sebab, lanjut Didi Sukardi yang Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS ini, tak jarang Pekerja Migran Indonesia dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang mengakibatkan kerugian.
Baca Juga: Jelang Seleksi PPPK Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya: Minta Prioritaskan Honorer Senior
"Sehingga pemerintah harus memberikan perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia bahkan dari sebelum mereka diberangkatkan," kata Didi Sukardi.
Didi Sukardi sebagai Anggota DPRD Jabar Dapil XIII (Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Kuningan, dan Pangandaran) juga menyebut para Pekerja Migran Indonesia telah menyumbangkan remitansi sebesar triliunan rupiah setiap tahunnya.
"Perda ini mengatur tentang bagaimana agar Pekerja Migran Indonesia khusus yang berasal dari Jawa Barat itu bisa terlindungi, sehingga sebelum pemberangkatan dilindungi oleh Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat dan mereka bisa bekerja dengan nyaman dan kembali ke Tanah Air membawa devisa,” ucap Didi.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Soroti Tingginya Permasalahan Pekerja Migran Indonesia Asal Kabupaten Cianjur
Didi berharap kepada para Pekerja Migran Indonesia, ketika kembali ke Tanah Air dapat produktif dan mandiri sehingga tidak perlu kembali bekerja di luar negeri.
“Setelah mereka telah kembali ke indonesia mereka bisa hidup mandiri, kemudian bisa memiliki usaha dan saya berharap tidak kembali menjadi tenaga migran," tuturnya, di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Senin 20 Maret 2023.
Lebih lanjut, Didi juga berharap para Pekerja Migran Indonesia ini dapat membagikan pengalaman atau ilmu yang didapatkan dari luar negeri kepada masyarakat.
"Membangun usaha di negaranya sendiri, menjadi hidup mandiri dan tentunya pengalaman di negara lain menjadi bekal untuk mengembangkan di negara sendiri," pungkas Didi.***