Vasco Ruseimy dilahirkan pada tanggal 13 Juli 1986. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA 1 Jakarta Boedi Oetomo.
Ia melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi terkemuka Indonesia, yakni Universitas Indonesia, pada tahun 2004.
Dalam perkuliahan, Vasco memilih Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan jurusan Teknik Gas dan Pertrokimia.
Prestasi yang diraih Vasco saat ini tidak terlepas dari peran orang tuanya. Sejak kecil, nilai-nilai disiplin dan kemandirian ditanamkan padanya.
Sejak sekolah, Vasco aktif dalam berbagai organisasi seperti Patroli Keamanan Sekolah dan OSIS.
Selama kuliah di Universitas Indonesia, Vasco juga aktif dalam beberapa organisasi, termasuk menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi pendiri serta sayap Partai Golkar.
Vasco muda pernah menjadi Ketua DPP GEMA MKGR, Ketua DPP MKGR, dan Wakil Ketua Umum AMPI hingga tahun 2018. Posisi terakhirnya di Partai Golkar adalah Wakil Sekjen.
Pada tahun 2018, setelah terjadi dualisme kepemimpinan di Partai Golkar, Vasco memilih untuk bergabung dengan Partai Berkarya yang didirikan oleh Tommy Soeharto.
Di Partai Berkarya, ia menjabat sebagai Ketua DPP. Namun, karier politiknya di sini tidak berlangsung lama akibat konflik internal, sehingga ia memutuskan untuk pindah ke Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto.
Pada tahun 2019, saat Pemilihan Presiden, Vasco menduduki posisi krusial sebagai Juru Bicara dan Wakil Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandi.
Saat ini, Vasco menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI dan juga memegang posisi Ketua DPP di Partai Gerindra.
Selain perannya sebagai YouTuber dan politisi, Vasco Ruseimy juga terlibat aktif dalam organisasi kemasyarakatan Islam.