Anggota Komisi V DPRD Jabar Dorong Pemerintah Perhatikan Kegiatan Belajar Mengajar di Lokasi Pengungsian

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 9 Desember 2022 | 15:16 WIB
Meski keadaan darurat, pemerintah sudah mulai memfokuskan pemasangan tenda untuk ruang kelas para siswa di pengungsian. (Tangkap layar Intagram.com/dprd.jawabarat)
Meski keadaan darurat, pemerintah sudah mulai memfokuskan pemasangan tenda untuk ruang kelas para siswa di pengungsian. (Tangkap layar Intagram.com/dprd.jawabarat)

 

Mediapriangan.com - Musibah yang melanda Kabupaten Cianjur membuat sejumlah sekolah tidak bisa digunakan karena mengalami rusak berat bahkan roboh akibat gempa.

Sehingga menyebabkan lebih dari dua pekan, anak-anak di pengungsian tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena gedung sekolah tidak bisa digunakan.

Hal tersebut menjadi sorotan anggota Komisi V DPRD Jabar Weni Dwi Aprianti, S.Ab, untuk mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk segera mempersiapkan sekolah darurat.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung dan Ajak Masyarakat Tetap Kondusif

“Kami mendorong pemerintah baik provinsi maupun kabupaten Cianjur untuk memprioritaskan proses kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak korban gempa," ujarnya.

Meski keadaan darurat, pemerintah sudah mulai memfokuskan pemasangan tenda sejak pekan kedua pascabencana untuk ruang kelas para siswa.

Menurut Weni, yang legislator PDI Perjuangan asal Dapil IV Jabar, Kabupaten Cianjur ini.meski keadaan serba terbatas, anak-anak di pengungsian sangat antusias mengikuti proses belajar.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jabar Dorong Stakeholder Berpartisipasi dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Jawa Barat

“Alhamdulillah, anak-anak antusias mengikuti belajar, semangat anak-anak seakan terpancar dari wajah yang berseri-seri terlihat dari tenda darurat yang didirikan di lapangan bola basket SMP Negeri 1 Cugenang,” kata Weni,

Weni menilai, kehadiran tenda belajar itu menjadi harapan bagi anak-anak. Kepercayaan diri mereka bangkit dan seakan menolak untuk larut dalam kesedihan.

“Senang sekali melihat keceriaan anak-anak, semoga kembali menemukan semangat untuk bangkit, meskipun proses pembelajaran belum maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga: Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2022, Pertaruhan Gengsi Bintang Sepakbola Dunia, Mulai 9 Desember 2022

Weni berharap aktivitas belajar mengajar harus tetap berlanjut, karena ia menilai metode pembelajaran yang harus diterapkan harus mengacu pada kurikulum darurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X