Mediapriangan.com- Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2023, akan difokuskan kepada empat hal.
Konstruksi APBD tahun anggaran 2023 Kabupaten Tasikmalaya salah satunya Dana Alokasi Umum (DAU), digunakan paling besar untuk belanja rutin pegawai atau gaji pegawai.
Sisanyanya, atau sebesar 29,4 persen, diarahkan pada tiga sektor, yakni Pekerjaan Umum, Pendidikan dan sektor Kesehatan.
Hal tersebut menyusul adanya kebijakan pusat melalui surat edaran (SE) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan.
Kebijakan pemerintah pusat itu, dinilai cukup membebani pemerintah daerah melakukan ekspansi pembangunan di berbagai sektor.
Menanggapi kebijakan pemfokusan DAU di tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan dan PU, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arif Rachman menegaskan, anggaran itu bukan hanya DAU tetapi ada sumber-sumber lain yang dapat dimanfaatkan.
Baca Juga: Untuk CDOB Tasela, Anggota DPRD Prov Jabar Sebut Tugas Pansus Sudah Selesai
Pemerintah Daerah, sebut dia, sejatinya memiliki banyak peluang, jika mau berikhtiar untuk mencari sumber-sumber keuangan lain demi keberlangsungan kegiatan pembangunan yang telah diprogramkan.
"Pemerintah daerah hanya butuh melakukan pendekatan atau lobi-lobi, baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Toh di pusat masih ada ruang untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan di provinsi ada Banprov untuk kabupaten/kota," kata Arif, Minggu, 31 Desember 2022.
Namun, terkhusus untuk Kabupaten Tasikmalaya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Prov Jabar ini menilai bahwa arah pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya tidak pernah fokus.
"Di satu sisi mengaku kekurangan anggaran, namun di sisi lain justru dinilai menghambur-hamburkan uang dengan memberi bantuan kendaraan ke organisasi atau lembaga tertentu," ujar Arif.
Artikel Terkait
Arif Rachman Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Singaparna Kabupaten Tasikmalaya
Fenomena Kekerasan Terhadap Anak Di Jawa Barat Jadi Sorotan, Ini Kata Arif Rachman Anggota DPRD Provinsi Jabar
DPRD Prov Jabar Dorong Polri Usut Pelaku Bom Bunuh Di Polsek Astana Anyar, Hingga Ke Akar-akarnya.
Anggota DPRD Prov Jabar Dorong Kebijakan Pendidikan Lebih Ke Pendalaman Teknologi
Untuk CDOB Tasela, Anggota DPRD Prov Jabar Sebut Tugas Pansus Sudah Selesai