Mediapriangan.com- Di era teknologi digital sekarang ini, arah pendidikan harus bisa menyesuaikan untuk menghasilkan output melek teknologi yang terus berkembang dan berubah dengan cepat.
Penguasaan peserta didik terhadap teknologi, tidak lain agar mereka berkemampuan untuk berproduktivitas setelah selesai mengenyam pendidikan selama kurun waktu tertentu.
Pendidikan sekarang, harus mendorong setiap orang menjadi sumber daya mandiri. Alias tidak hanya menjadi pencari kerja.
Baca Juga: Pesona Alam Wisata Cileunca Land, Tempat Camping dan Healing di Situ Cileunca Pangalengan
Hal itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 15, H. Yod Mintaraga, Jumat, 30 Desember 2022.
"Ya tentunya kebijakan pendidikan hari ini ke depan harus bisa menghasilkan output yang memiliki pemahaman terhadap teknologi, baik dalam hal permesinan maupun digital dan lainnya, sehingga mereka berkemampuan untuk hidup mandiri dan kompetitif dengan segala perkembangannya," tutur Yod.
Maka, terang dia, pihaknya menggenjot kehadiran sekolah-sekolah kejuruan di seluruh wilayah di Jawa Barat terutama Tasikmalaya, dengan materi pendidikan yang disempurnakan serta didukung sarana dan prasarananya yang berkesesuaian dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Baca Juga: Profil Laksamana TNI Muhammad Ali yang Resmi Menjadi Kepala Staf Angkatan Laut
"Saya ambil satu contoh, untuk peserta didik yang ada di jurusan otomotif, tidak mungkin mereka akan bersaing, jika objek yang digunakan dalam praktek selama masa pendidikan, menggunakan mobil jadul. Sedangkan hari ini, mobil-mobil sudah menggunakan teknologi canggih hingga serba komputerisasi. Maka gak nyambung," ujar Yod.
Alhasil tambah dia, saat peserta didik selesai sekolah, mereka tidak bisa bekerja apalagi menciptakan lapangan pekerjaan. Akhirnya mereka jadi pengangguran.
"Beberapa kali kami bicara langsung dengan pemerintah untuk membahas solusi terbaik, agar sekolah kejuruan ke depan jangan sampai menghasilkan pengangguran," ucap Yod.
Sebab tambah dia, sekolah kejuruan ini, telah memberi kontribusi pengangguran yang jumlahnya tidak sedikit, hingga 14 persen di Jabar.
Lebih lanjut Yod menuturkan, hal mendasar untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat, harus dimulai dari pendidikan, agar sumber daya manusia memiliki kualitas.
Artikel Terkait
Kumpul Bersama Ratusan Jamaah Haji 2022, Yod Mintaraga Minta Peran Aktif IPHI Tasikmalaya entaskan Kemiskinan
Yod Mintaraga Sebut Optimisme Besar Tahun 2023 Untuk Masyarakat Jabar
APBD Jabar 2023 Naik, Yod Mintaraga Dorong Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
Usulan Pemekaran DOB Tasut Memasuki Babak Baru, Begini Kata Yod Mintaraga
Jika DOB Tasut Jadi, Yod Mintaraga Sebut Bisa Beberapa Langkah Lebih Maju Dibanding DOB Tasela