Anggota DPRD Prov Jabar Dorong Kebijakan Pendidikan Lebih Ke Pendalaman Teknologi

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 30 Desember 2022 | 15:45 WIB
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA. (Tangkap layar Instagram.com/h.yod.mintaraga)
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA. (Tangkap layar Instagram.com/h.yod.mintaraga)

Mediapriangan.com- Di era teknologi digital sekarang ini, arah pendidikan harus bisa menyesuaikan untuk menghasilkan output melek teknologi yang terus berkembang dan berubah dengan cepat. 

Penguasaan peserta didik terhadap teknologi, tidak lain agar mereka berkemampuan untuk berproduktivitas setelah selesai mengenyam pendidikan selama kurun waktu tertentu. 

Pendidikan sekarang, harus mendorong setiap orang menjadi sumber daya mandiri. Alias tidak hanya menjadi pencari kerja. 

Baca Juga: Pesona Alam Wisata Cileunca Land, Tempat Camping dan Healing di Situ Cileunca Pangalengan

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 15, H. Yod Mintaraga, Jumat, 30 Desember 2022. 

"Ya tentunya kebijakan pendidikan hari ini ke depan harus bisa menghasilkan output yang memiliki pemahaman terhadap teknologi, baik dalam hal permesinan maupun digital dan lainnya, sehingga mereka berkemampuan untuk hidup mandiri dan kompetitif dengan segala perkembangannya," tutur Yod. 

Maka, terang dia, pihaknya menggenjot kehadiran sekolah-sekolah kejuruan di seluruh wilayah di Jawa Barat terutama Tasikmalaya, dengan materi pendidikan yang disempurnakan serta didukung sarana dan prasarananya yang berkesesuaian dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Baca Juga: Profil Laksamana TNI Muhammad Ali yang Resmi Menjadi Kepala Staf Angkatan Laut

"Saya ambil satu contoh, untuk peserta didik yang ada di jurusan otomotif, tidak mungkin mereka akan bersaing, jika objek yang digunakan dalam praktek selama masa pendidikan, menggunakan mobil jadul. Sedangkan hari ini, mobil-mobil sudah menggunakan teknologi canggih hingga serba komputerisasi. Maka gak nyambung," ujar Yod.

Alhasil tambah dia, saat peserta didik selesai sekolah, mereka tidak bisa bekerja apalagi menciptakan lapangan pekerjaan. Akhirnya mereka jadi pengangguran. 

"Beberapa kali kami bicara langsung dengan pemerintah untuk membahas solusi terbaik, agar sekolah kejuruan ke depan jangan sampai menghasilkan pengangguran," ucap Yod. 

Baca Juga: Jadwal Tayang dan Harga Tiket Film KKN di Desa Penari Versi Extended di Bioskop Bandung, 30 Desember 2022

Sebab tambah dia, sekolah kejuruan ini, telah memberi kontribusi pengangguran yang jumlahnya tidak sedikit, hingga 14 persen di Jabar. 

Lebih lanjut Yod menuturkan, hal mendasar untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat, harus dimulai dari pendidikan, agar sumber daya manusia memiliki kualitas. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X