Setelah Tel Aviv Diserang Rudal Iran, Menhan Israel Ancam Warga Teheran, Akan Bayar Mahal dan Segera Terjadi!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 17 Juni 2025 | 09:14 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz. (Instagram.com/@katz_israel)
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz. (Instagram.com/@katz_israel)

 

Mediapriangan.com - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah serangan rudal yang menargetkan pusat kota Tel Aviv pada Senin, 16 Juni 2025.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya 92 lainnya, menurut layanan darurat Israel, Magen David Adom.

Rudal-rudal itu dilaporkan berasal dari arah Teheran, ibu kota Iran, dan menyasar kawasan-kawasan vital di Israel, termasuk pusat kota. Aksi militer ini memicu kecaman keras dari pemerintah Israel.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Bisa Hancurkan Tel Aviv Total, Pakar Israel Sebut Situasi Bisa Memburuk 20 Kali Lipat!

Menanggapi insiden tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, langsung melontarkan pernyataan tegas. Ia memperingatkan bahwa penduduk Teheran akan menanggung akibat dari serangan tersebut.

“Diktator sombong dari Teheran telah berubah menjadi pembunuh pengecut, yang dengan sengaja menembaki garis depan sipil Israel,” ujar Katz, dikutip dari AFP pada Senin, 16 Juni 2025.

Ia menilai serangan itu merupakan upaya Iran untuk menghentikan operasi militer Israel yang telah merusak kemampuan pertahanan Iran.

Baca Juga: MUI Kecam Serangan Brutal Israel ke Teheran, Sebut Israel Terlaknat dan Desak Dunia Tegakkan Hukum Internasional

“Dalam upaya untuk mencegah (militer Israel) melanjutkan serangan yang melumpuhkan kemampuannya,” sambungnya.

Tak berhenti di situ, Israel Katz menyampaikan ancaman langsung terhadap warga ibu kota Iran.

“Penduduk Teheran akan membayar harganya, dan itu segera (tiba),” tegasnya.

Pernyataan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik skala besar antara dua negara bersenjata penuh tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X