Setelah Salju Bersejarah di Arab Saudi, Kini Banjir Bandang Melanda Mekah dan Madinah, Akibat Cuaca Ekstrem

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 9 Januari 2025 | 19:20 WIB
Banjir Melanda Mekah dan Madinah setelah curah hujan tinggi mengguyur beberapa daerah sejak Rabu, 8 Januari 2025.  (X.com/@shsajib - x.com/@irene_makarenko)
Banjir Melanda Mekah dan Madinah setelah curah hujan tinggi mengguyur beberapa daerah sejak Rabu, 8 Januari 2025. (X.com/@shsajib - x.com/@irene_makarenko)

 

Mediapriangan.com - Banjir bandang yang melanda Arab Saudi kini menjadi ancaman serius bagi sejumlah wilayah, termasuk Mekah dan Madinah. Fenomena ini terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur beberapa daerah sejak Rabu, 8 Januari 2025.

Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan waspada cuaca ekstrem yang berlaku hingga Minggu, 12 Januari 2025. Selain banjir, hujan deras disertai petir, angin kencang, bahkan hujan es diprediksi dapat memperburuk situasi.

Selain Mekah dan Madinah, daerah seperti Jeddah, al-Baha, dan Provinsi Asir juga ikut terdampak. Mekah menjadi salah satu lokasi dengan banjir paling parah, seperti terlihat dari berbagai foto dan video yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan Jelang Tahun Baru 2025, Simak Insiden di Indonesia 5 Tahun Terakhir

Meski belum ada laporan korban jiwa, upaya penanganan tetap menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang mengingat wilayah ini jarang mengalami cuaca ekstrem seperti sekarang.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi telah merilis peringatan terkait tingkat risiko tinggi di sejumlah wilayah, khususnya Mekah dan Madinah.

Wilayah lain seperti Riyadh, Jazan, dan Aseer juga mendapat peringatan meskipun tingkat keparahannya lebih ringan.

Baca Juga: 3 Kecelakaan Pesawat dalam Sehari, Dari Jeju Air di Korea Selatan hingga Kanada, Ini Kronologi Lengkapnya

Otoritas Bulan Sabit Merah telah mengumumkan kesiapan penuh dalam menghadapi kondisi ini, termasuk memastikan layanan ambulans tetap berjalan tanpa hambatan.

Tim penyelamat juga telah disiapkan untuk menghadapi potensi banjir lanjutan.

Pemerintah meminta masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko tinggi untuk mengikuti arahan penyelamatan.

Mereka juga diminta menjauhi daerah rendah, lembah, dan area yang mudah terendam air demi keselamatan.

Baca Juga: Tegaskan Dukungan untuk Palestina, Prabowo Kritik Solidaritas Negara Muslim dalam Isu HAM di KTT ke-11 Mesir

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X