Meghan juga berargumen bahwa pemberitaan media tentang dirinya saat bergabung dengan keluarga kerajaan memiliki nuansa rasis.
Ia dan Harry mengaku meminta bantuan dari keluarga kerajaan, tetapi diberitahu bahwa kritik dari media adalah bagian dari pengalaman semua anggota kerajaan dan cara terbaik adalah mengabaikannya.
Meghan pun menuntut agar keluarga kerajaan mengambil tindakan untuk membelanya.
Sejarah Julukan “Waity Katy”
Julukan “Waity Katy” bermula dari perjalanan panjang hubungan William dan Kate, di mana media sering berspekulasi tentang lamanya waktu yang dibutuhkan sang pangeran untuk melamar.
Kolumnis Daily Mail, Amanda Platell, adalah salah satu yang pernah menggunakan julukan tersebut.
Setelah pernikahan Kate dan William pada April 2011, Platell meminta maaf dalam sebuah kolom.
“Saya pernah menyebut Kate hanya menunggu pangerannya untuk melamar,” tulisnya.
“Saya pernah menyebutnya malas, dan mengatakan bahwa pada usia yang sama, Diana sudah memimpin sebuah badan amal untuk kematian bayi dan mengubah pandangan dunia terhadap penderita HIV/AIDS. ‘Apa yang dilakukannya sepanjang hari?’ begitu yang saya tulis tentang pacar William yang saya sebut ‘pemalas.’”
Baca Juga: Donald Trump Tarik Amerika Serikat Keluar dari WHO Hanya Beberapa Jam Usai Dilantik, Ini Alasannya
Namun, dalam tulisannya yang terbit pada Desember 2011, Platell mengakui bahwa dirinya menjadi bahan tertawaan.
“Kini, sepertinya saya yang menjadi bahan tertawaan. Ya, saya mungkin telah salah menilai Kate Elizabeth Middleton. Baik ketika ia mengenakan sepatu bot LK Bennett maupun Jimmy Choos-nya, Kate tidak pernah salah langkah sejak pertunangannya dengan William diumumkan.”
Komentar Publik
Artikel Terkait
Meningkatnya Tren Pengguna AS Beralih ke RedNote Setelah TikTok Diblokir, Akankah Aplikasi Ini Mengalami Nasib Sama?
4 Kontroversi Soal Neo Nazi usai Elon Musk Bergaya Khas Kelompok Hitler di Momen Pelantikan Presiden AS Donald Trump!
‘Hormat ala Nazi’ oleh Elon Musk, Apakah Ini Tanda Kebangkitan Kelompok Buruh yang Pernah Dibangun oleh Adolf Hitler?
Pasca Tragedi Pesawat Jeju Air, Pemerintah Korea Selatan Akan Bongkar Struktur Beton di Bandara Muan
Jepang Terancam Hanya Miliki Satu Anak di Masa Depan, Ini Fakta di Balik Penurunan Populasi
China Rayakan Libur Panjang Imlek 2025, 9 Miliar Perjalanan, Film Xiao Zhan Laris, dan Indonesia Jadi Destinasi Favorit