Viral di ChatGPT-4o, Gaya Ghibli Picu Masalah Hukum, Hayao Miyazaki Tak Terima, Studio Bisa Gunakan UU Hak Cipta AS

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 4 April 2025 | 14:59 WIB
Pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki Mengritik Tren gambar di ChatGPT-4o di OpenAI. (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)
Pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki Mengritik Tren gambar di ChatGPT-4o di OpenAI. (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

Mediapriangan.com - Fitur generator gambar terbaru di ChatGPT-4o yang memungkinkan pengguna menciptakan gambar dalam gaya Studio Ghibli telah memicu perdebatan soal hak cipta.

Studio Ghibli sendiri belum mengambil tindakan hukum, tetapi para ahli hukum menilai bahwa mereka memiliki dasar untuk menuntut OpenAI.

Menurut Rob Rosenberg, pakar hukum AI dari Showtime, Studio Ghibli bisa menggunakan undang-undang hak cipta di Amerika Serikat untuk menggugat OpenAI atas dugaan pelanggaran hak cipta dan praktik promosi palsu.

Baca Juga: Viral di Indonesia, Tren Gambar Ghibli dari ChatGPT-4o Bikin Hayao Miyazaki Merasa Tersinggung dan Menentang AI

"Di sini, Ghibli bisa menggunakan undang-undang tersebut untuk menunjukkan bahwa OpenAI telah melakukan praktik promosi palsu, pelanggaran hak cipta, dan kompetisi yang tidak adil," kata Rob dikutip pada Jumat, 4 April 2025.

Di Amerika Serikat, ada undang-undang yang disebut The Lanham Act yang dapat digunakan untuk menuntut perusahaan yang menggunakan elemen merek dagang tanpa izin.

Dalam kasus ini, Ghibli dapat berargumen bahwa:

1. OpenAI telah menggunakan gaya khas Ghibli tanpa izin resmi.

2. OpenAI menciptakan kebingungan di kalangan pengguna, seolah-olah fitur ini didukung oleh Ghibli.

3. Reputasi Ghibli berisiko terdampak karena fitur ini digunakan secara luas tanpa persetujuan resmi.

Baca Juga: Final Liga Voli Korea 2024-2025, Kim Yeon Kyung Ingin Selesaikan 'Last Dance' di Laga Ke-3 Red Sparks vs Pink Spiders!

Rob juga menambahkan bahwa penggunaan AI untuk meniru gaya seni yang unik dapat dianggap sebagai eksploitasi tanpa kompensasi kepada pemilik aslinya.

"Ghibli bisa saja berargumen bahwa dengan mengubah foto pengguna menjadi 'Gaya Ghibli', OpenAI telah mengorbankan reputasi merek dagang Ghibli lewat ChatGPT," ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya OpenAI menghadapi tuntutan hukum terkait hak cipta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X