Greta Thunberg Diculik Pasukan Israel? Kapal Bantuan Gaza Dibajak di Laut Internasional

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 9 Juni 2025 | 17:13 WIB
Potret kapal bantuan untuk misi kemanusiaan terhadap warga Gaza. (Instagram.com/@gretathunberg)
Potret kapal bantuan untuk misi kemanusiaan terhadap warga Gaza. (Instagram.com/@gretathunberg)

Mediapriangan.com - Insiden penculikan terhadap 12 aktivis kemanusiaan termasuk Greta Thunberg di atas kapal bantuan Gaza menggemparkan perhatian internasional.

Kejadian ini berlangsung pada Senin, 9 Juni 2025, ketika kapal yang mereka tumpangi, Madleen, diduga dibajak oleh pasukan militer Israel saat melintas di perairan internasional menuju Jalur Gaza.

Aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, merekam pernyataan singkat yang kemudian beredar luas.
Dalam video tersebut, ia mengungkap bahwa dirinya dan para aktivis lainnya telah dicegat di laut.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Kirim 45 Pelajar ke Barak Militer: 'Semoga Pulang Jadi Pelajar yang Bener', Program Tetap Lanjut

"Nama saya Greta Thunberg dan saya dari Swedia," ujar Greta Thunberg dalam rekaman video itu sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera, pada Senin, 9 Juni 2025.

"Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel," sambungnya.

Insiden ini terjadi saat kapal Madleen mendekati perairan Gaza sekitar pukul 01.17 dini hari waktu setempat.

Baca Juga: Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Vihara di Cilincing, Damkar Kerahkan 13 Mobil Pemadam dan 65 Personel

Kapal tersebut membawa misi kemanusiaan bertajuk Armada Gaza Merdeka dengan membawa aktivis internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kepada warga sipil di Gaza.

Menurut laporan, ketika alarm kapal diaktifkan untuk menandai bahwa mereka hampir memasuki wilayah Palestina, pasukan Israel langsung melakukan penyergapan.

Unit elite angkatan laut Shayetet 13 disebut diturunkan untuk menaiki kapal dan mengambil alih kendali.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Curhat ke Sherly Tjoanda, Pernah Dituduh Musyrik dan Kafir saat Jadi Bupati Purwakarta

Pukul 02.00, pasukan bersenjata Israel naik ke atas kapal, memaksa seluruh awak dan aktivis mematikan alat komunikasi mereka, termasuk ponsel.

Tak lama setelah kejadian, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi penyitaan kapal Madleen dan menyatakan bahwa kapal tersebut akan diarahkan ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X