Lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat dapat berperan dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi orang untuk menyampaikan kesulitan yang mereka alami.
Mendengarkan tanpa menghakimi, menghormati pengalaman pribadi, serta membantu mencari pertolongan yang sesuai merupakan bentuk dukungan yang dapat dilakukan.
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia juga menjadi pengingat bahwa akses terhadap bantuan dan layanan yang layak perlu diperhatikan. Dukungan tidak cukup berhenti pada kampanye atau percakapan tahunan, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema 2026, masyarakat diajak bergerak dari sekadar mendengar menuju tindakan nyata. Memberi ruang bagi pengalaman hidup orang yang menghadapi persoalan kesehatan mental diharapkan dapat membantu menghadirkan kebijakan dan layanan yang lebih manusiawi, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan mereka.***
Artikel Terkait
OMODA X Debut Global 20 Oktober 2026, Desain Crossover Ini Gabungkan Gaya Sport dan Off-Road
Go Ye Rim Bangkit Bersama SOOP Supers, Target Kemenangan Perdana Jadi Misi Musim Ini
Toprak Razgatlioglu Crash di Mandalika, Bahu Kanan Dislokasi Usai Highside di Tikungan 13
KPK Kembali Panggil Dedi Congor dalam Kasus Suap Bea Cukai, Namanya Disebut Terima Rp30 Miliar
Guru Ponpes Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Lebih dari 10 Orang Diduga Jadi Korban
Yancy Kindelan Incar Jejak Gisele Silva di Liga Voli Korea, Dua Bintang Kuba Siap Bersaing sengit