internasional

Kate Middleton Makin Berpengaruh di Kerajaan Inggris, Ratu Camilla Disebut Ketar-ketir Taklukkan Popularitasnya

Rabu, 12 Februari 2025 | 06:15 WIB
Kate Middleton kian mencuri perhatian di Kerajaan Inggris (kanan), dianggap jadi ancaman baru bagi Ratu Camilla (kiri). (Instagram.com/theroyalfamily)

Camilla Meningkatkan Peran untuk Tetap Dominan

Keputusan Raja Charles III tampaknya membuat Camilla merasa tersaingi. Di usianya yang ke-77, ia berusaha menjaga pengaruhnya dengan mengambil lebih banyak tugas kerajaan.

Dalam seminggu terakhir, Camilla menghadiri lima acara resmi berturut-turut, mencoba menarik perhatian publik.

Namun, menurut berbagai laporan, langkah tersebut belum cukup untuk mengalahkan popularitas Kate yang semakin melejit.

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Kunjungi Pengungsian Korban Kebakaran Los Angeles, Bermalam di Pusat Evakuasi

“Baik Raja Charles, Pangeran William, maupun Camilla sendiri menyadari bahwa Kate adalah harapan terbesar bagi monarki,” tulis The News.

5 Fakta yang Membuktikan Kate Middleton Makin Berkuasa

Kepercayaan Penuh dari Raja Charles III

Untuk pertama kalinya dalam 100 tahun terakhir, seorang Princess of Wales diberikan wewenang mengeluarkan Royal Warrant. Ini menunjukkan kepercayaan besar Raja Charles III terhadap Kate dalam mengelola kerajaan.

Baca Juga: The Heritage Foundation Desak Pemeriksaan Visa Pangeran Harry ke Donald Trump, Terkait Pengakuan Pernah Konsumsi Narkoba

Jadi Anggota Kerajaan Paling Populer

Berdasarkan survei terbaru, Kate kini mengalahkan suaminya, Pangeran William, dan bahkan Raja Charles III dalam hal popularitas. Citra positifnya membuat rakyat Inggris lebih optimistis terhadap masa depan monarki.

Pemain Kunci dalam Harmoni Kerajaan

Kate dikenal sebagai penengah dalam konflik internal kerajaan. Ia berperan besar dalam menjaga stabilitas hubungan antara Raja Charles dan Pangeran William serta meredakan ketegangan dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Baca Juga: Terancam Dideportasi, Status Visa Pangeran Harry di Amerika Diduga Terkait Perlindungan Era Joe Biden

Halaman:

Tags

Terkini