Mediapriangan.com - Los Angeles kembali memanas. Kota yang selama ini dikenal ramah terhadap para migran kini berubah jadi ladang konflik setelah kebijakan imigrasi terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kemarahan publik.
Kerusuhan pecah pada Senin, 9 Juni 2025, sebagai buntut dari demonstrasi yang telah berlangsung sejak Sabtu, 7 Juni.
Ribuan penduduk turun ke jalan, sebagian besar merupakan migran yang merasa gerah dengan kebijakan razia besar-besaran yang dilakukan petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di berbagai titik di Los Angeles.
Baca Juga: Robert Prevost Jadi Paus AS Pertama! Donald Trump Bangga, Ini Kehormatan Besar bagi Amerika Serikat
Menurut laporan dari AP News, aksi protes itu dipicu oleh kebijakan baru Presiden Trump yang menginstruksikan razia menyeluruh terhadap para imigran, tanpa pengecualian.
Hal ini langsung menuai reaksi keras dari komunitas migran yang merasa kebijakan tersebut tidak hanya diskriminatif tetapi juga mengancam rasa aman mereka di tanah yang mereka sebut rumah.
"Musabab alias sebab dari segala sebab dari kerusuhan itu akibat kebijakan yang diteken Presiden AS, Donald Trump, soal imigrasi."
Presiden Trump yang menilai demonstrasi itu berlebihan kemudian menginstruksikan Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk mengirimkan 2.000 personel keamanan tambahan ke Los Angeles.
Pasukan itu terdiri dari petugas kepolisian hingga anggota Garda Nasional, yang secara hukum berada di bawah kewenangan Gubernur California.
Tindakan ini lantas menyulut konflik lebih jauh. Bentrokan antara aparat dan pendemo pun tak terhindarkan, hingga akhirnya berubah menjadi kerusuhan.
Suasana Los Angeles kini mencekam, dengan ketegangan yang terus meningkat di berbagai titik kota.