Mediapriangan.com - Pemerintah Rusia menyampaikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat dan Israel terkait wacana penargetan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan geopolitik yang meningkat sejak konflik terbuka antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni 2025, kini memasuki babak baru dengan munculnya ancaman pembunuhan terhadap tokoh sentral Negeri Mullah itu.
Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan bahwa Rusia akan bereaksi keras jika rencana pembunuhan Khamenei benar-benar dilakukan.
Ia menekankan bahwa tindakan tersebut akan memicu instabilitas besar di kawasan dan mengundang konsekuensi internasional yang sangat serius.
“(Kami akan merespons) dengan sangat buruk. Sangat buruk. Kami akan sangat tidak menyetujuinya,” tegas Peskov, seperti dikutip dari Sky News, Jumat, 20 Juni 2025.
Menurutnya, selain dampak politik global, tindakan itu berpotensi menyulut kemarahan rakyat Iran yang selama ini dikenal solid di bawah kepemimpinan Khamenei.
Ia memperkirakan, reaksi dalam negeri Iran bisa sangat ekstrem dan tidak terprediksi.
“Masyarakat Iran sangat terorganisasi dengan baik dan sangat terkonsolidasi. Itu (pembunuhan Khamenei) akan mengarahkan pada lahirnya suasana ekstremis di Iran,” tambahnya.
Peskov juga memperingatkan bahwa membunuh tokoh tertinggi Iran sama halnya dengan membuka ‘kotak pandora’ — sebuah metafora untuk menggambarkan kekacauan tak terkendali yang bisa berdampak luas.
"Pembunuhan Khamenei itu berarti mereka (AS-Israel) akan membuka kotak pandora," tukasnya.