Wacana pembunuhan ini mencuat usai pernyataan kontroversial dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyiratkan bahwa perdamaian hanya bisa tercapai jika Khamenei dieliminasi.
Isu ini semakin menghangat setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social pada 17 Juni 2025 lalu.
Dalam unggahannya, Trump menyebut dirinya mengetahui lokasi Khamenei dan mengklaim memiliki kemampuan untuk “menghentikannya kapan saja.”
Namun demikian, ia menyatakan bahwa saat ini serangan langsung terhadap Khamenei belum menjadi prioritas, sambil tetap membuka peluang jalur diplomasi untuk menekan Iran menghentikan program nuklirnya.
Meski belum ada tindakan konkret, pernyataan tersebut telah memicu reaksi internasional yang kuat. Rusia menjadi salah satu negara yang paling vokal dalam menyatakan penolakan atas potensi pembunuhan politik tersebut.
Dengan situasi yang terus memanas, para pengamat menilai bahwa satu langkah salah dari pihak mana pun bisa memicu eskalasi besar yang tak hanya membahayakan Timur Tengah, tetapi juga stabilitas global.***
Artikel Terkait
Netanyahu Diberi Ultimatum Iran, Warga Tel Aviv Diminta Mengungsi, Serangan Balasan Disebut Segera Tiba
Iran Undang Prabowo di Tengah Konflik Lawan Israel, Dubes Sebut Bisa Jadi Penetral Racun di Air yang Keruh
Konflik Iran-Israel Memanas, Kemlu RI Sebut 580 WNI Terjebak di Qom dan Rafah, Mayoritas Mahasiswa dan Peserta Magang
Trump Sebut Khamenei Target Mudah, Tapi Tak Akan Dihabisi, Iran Balas, Pertempuran Melawan Israel Baru Dimulai
Putin Tawarkan Mediasi Iran dan Israel Demi Hentikan Serangan tapi Trump Tolak dan Sindir Rusia Urus Perang Sendiri
WNI di Iran Diminta Siaga 1 Menlu Sugiono Ingatkan Target Serangan Israel Bukan Hanya Militer tapi Juga Warga Sipil
SBY Peringatkan Dunia di Ambang Malapetaka jika Perang Iran dan Israel Tak Terkendali, Sebut 5 Tokoh Kunci
Iran Luncurkan Rudal Sejjil Langsung ke Israel, Pertama Kali Dipakai Setelah Lama Disimpan di Fasilitas Militer