Dua lokasi pertama diserang dengan total 30 rudal Tomahawk, sementara Fordow, yang merupakan fasilitas bawah tanah, dibombardir dengan enam bom penghancur bunker.
Langkah agresif ini menghapus tenggat waktu dua minggu yang sebelumnya diberikan Trump kepada Iran untuk menyepakati perjanjian damai.
Banyak pengamat menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang bisa menyeret kawasan ke dalam konflik regional yang lebih luas.
Situasi ini pun memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional yang khawatir akan pecahnya perang terbuka antara Iran dan blok barat.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait kehancuran fasilitas-fasilitas strategis tersebut.
Dunia kini menanti, apakah Iran akan memilih jalan damai, atau justru membalas dengan kekuatan militer.***