Dua lokasi pertama diserang dengan total 30 rudal Tomahawk, sementara Fordow, yang merupakan fasilitas bawah tanah, dibombardir dengan enam bom penghancur bunker.
Langkah agresif ini menghapus tenggat waktu dua minggu yang sebelumnya diberikan Trump kepada Iran untuk menyepakati perjanjian damai.
Banyak pengamat menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang bisa menyeret kawasan ke dalam konflik regional yang lebih luas.
Situasi ini pun memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional yang khawatir akan pecahnya perang terbuka antara Iran dan blok barat.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait kehancuran fasilitas-fasilitas strategis tersebut.
Dunia kini menanti, apakah Iran akan memilih jalan damai, atau justru membalas dengan kekuatan militer.***
Artikel Terkait
Konflik Iran-Israel Memanas, Kemlu RI Sebut 580 WNI Terjebak di Qom dan Rafah, Mayoritas Mahasiswa dan Peserta Magang
Trump Sebut Khamenei Target Mudah, Tapi Tak Akan Dihabisi, Iran Balas, Pertempuran Melawan Israel Baru Dimulai
Putin Tawarkan Mediasi Iran dan Israel Demi Hentikan Serangan tapi Trump Tolak dan Sindir Rusia Urus Perang Sendiri
WNI di Iran Diminta Siaga 1 Menlu Sugiono Ingatkan Target Serangan Israel Bukan Hanya Militer tapi Juga Warga Sipil
SBY Peringatkan Dunia di Ambang Malapetaka jika Perang Iran dan Israel Tak Terkendali, Sebut 5 Tokoh Kunci
Iran Luncurkan Rudal Sejjil Langsung ke Israel, Pertama Kali Dipakai Setelah Lama Disimpan di Fasilitas Militer