internasional

Konflik Thailand-Kamboja Memanas, PM Paetongtarn dan Hun Sen Saling Kunjungi Perbatasan di Tengah Ketegangan

Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:41 WIB
Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra. (Instagram.com/@ingshin21)

 

Mediapriangan.com - Ketegangan di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja terus meningkat. Pada Kamis, 26 Juni 2025, Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra dan mantan PM Kamboja, Hun Sen, terlihat melakukan kunjungan terpisah ke wilayah perbatasan masing-masing negara yang kini menjadi titik panas sengketa.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa ketegangan tidak hanya berlangsung di level militer, namun juga politik. Kedua pemimpin tampil di hadapan publik dan pasukan masing-masing, menandai meningkatnya intensitas konflik pascabentrokan bersenjata yang terjadi pada Mei 2025 lalu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Dalam respons awalnya, Kamboja menghentikan seluruh impor bahan bakar dan gas dari Thailand. Sebagai balasan, pemerintah Thailand menutup sejumlah pos perbatasan sepanjang 817 kilometer yang memisahkan kedua negara.

Baca Juga: Setelah Kecelakaan Fatal, Kini Pesawat Air India AI-379 Mendarat Darurat di Thailand Akibat Ancaman Bom

Pada hari yang sama, Paetongtarn mengunjungi kota perbatasan Aranyaprathet di Provinsi Sa Kaeo, Thailand, yang berada tepat di seberang Poipet, Kamboja. Kedatangannya disambut meriah warga setempat yang membawa spanduk bertuliskan "Love You Prime Minister Paetongtarn".

Saat bertemu dengan para pejabat, Paetongtarn menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengevaluasi pengetatan perbatasan, serta melihat dampak kebijakan itu terhadap masyarakat.

“Kami ingin melihat dampak dari kebijakan ini dan apa yang pemerintah dapat lakukan untuk membantu. Ini adalah tujuan utama dari kunjungan hari ini,” kata Paetongtarn, dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Zohran Mamdani Ukir Sejarah, Jadi Muslim Pertama Menang Telak di Pilkada Wali Kota New York, Kalahkan Cuomo!

Ia juga mengaitkan kebijakan penutupan perbatasan dengan upaya pemberantasan kejahatan lintas negara, terutama menyangkut maraknya praktik penipuan online yang diduga bersumber dari Kamboja. Namun, otoritas Kamboja dengan tegas membantah keterlibatan mereka.

Sementara itu, dari sisi Kamboja, Hun Sen yang meskipun sudah tak lagi menjabat sebagai perdana menteri, turut tampil di garis depan.

Hun Sen mendarat dengan helikopter di Provinsi Oddar Meanchey—yang berseberangan dengan Provinsi Surin di Thailand—dan menemui pasukan serta pejabat setempat dalam balutan seragam militer.

Baca Juga: Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!

Kehadiran Hun Sen menunjukkan bahwa ia masih memainkan peran signifikan dalam dinamika politik dan keamanan Kamboja. Ia tampaknya ingin menunjukkan dukungan terhadap pasukan di tengah meningkatnya tekanan dari pihak Thailand.

Halaman:

Tags

Terkini