Di tengah konflik yang menguat, tekanan terhadap pemerintahan Paetongtarn pun meningkat. Ia tak hanya menghadapi sengketa internasional yang bisa berkembang menjadi krisis militer, tetapi juga berhadapan dengan kondisi ekonomi nasional yang melemah, koalisi pemerintahan yang rapuh, dan ancaman mosi tidak percaya dari parlemen.
Kondisi ini membuat masa depan politik Paetongtarn sebagai perdana menteri semakin dipertanyakan, terutama jika konflik terus meluas tanpa solusi diplomatik yang nyata.***
Artikel Terkait
Israel Ancam Terus Gempur Iran di PBB, Tak Akan Henti Sebelum Ancaman Nuklir Dilucuti, Dunia Cemas Perang Meluas
97 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Menlu Sugiono Pastikan Proses Aman Meski Konflik dengan Israel Makin Panas
Bocoran Nota Diplomatik Saudi, 5 Catatan Kritis ke Kemenag soal Haji 2025, dari Data Jemaah hingga Larangan Sembelih Dam
Ancaman Bom Hantui Lagi, Pesawat Saudi SV 5688 Mendarat Darurat di Kualanamu Saat Terbang Menuju Surabaya
Trump Klaim Hancurkan Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Ultimatum Serangan Lebih Besar Jika Damai Tak Disepakati
Iran Murka Usai Fasilitas Nuklir Diserang, Tuding AS Langgar Hukum Internasional dan Ancam Balas dengan Segala Cara
Iran Pastikan Tak Ada Radiasi Usai Fasilitas Nuklir Diserang AS, Warga Diminta Tenang dan Tetap Beraktivitas
WNI Ungkap Momen Mencekam di Teheran Saat Perang Iran-Israel, Setiap Malam Ada Serangan, Komunikasi Terputus!