Namun, menurut oposisi, program-program yang digulirkan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bahkan, beberapa hari sebelum aksi, Anwar mengumumkan kebijakan ekonomi baru berupa bantuan tunai sebesar 100 ringgit (sekitar Rp387 ribu) kepada warga dewasa dan penurunan harga BBM dari 2,05 ringgit menjadi 1,99 ringgit per liter.
Meski begitu, langkah-langkah tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan ekonomi rakyat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Anwar Ibrahim atau perwakilan pemerintah terkait aksi unjuk rasa besar ini.***