Mediapriangan.com - Platform game populer Roblox resmi diblokir di Qatar, menambah daftar negara yang melarang permainan daring ini dengan alasan keselamatan anak.
Menurut laporan The Peninsula Qatar pada Kamis, 14 Agustus 2025, Roblox memang masih muncul di Apple App Store dan Google Play Store. Namun, pengguna di Qatar tidak dapat masuk ke dalam game.
“Aplikasi mobile menampilkan pesan ‘tidak ada jaringan internet,’ sementara versi situs web memberi keterangan situs ini tidak dapat diakses,” tulis laporan tersebut.
Pemerintah Qatar belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pemblokiran.
Meski demikian, kebijakan serupa sebelumnya sudah diambil oleh China, Turki, dan Oman dengan pertimbangan keamanan anak serta risiko paparan konten yang dinilai tidak pantas, termasuk kekerasan dan potensi eksploitasi.
Di Indonesia, isu serupa pernah mengemuka. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, secara terbuka melarang anak-anak memainkan Roblox.
Baca Juga: Asal-Usul Chul Su Squid Game 3 yang Muncul di Post-Credit Season 2, Apa Bedanya dengan Young Hee?
“Yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya karena itu tidak baik,” ujarnya pada 4 Agustus 2025 di Jakarta.
Mu’ti menjelaskan, anak-anak usia sekolah dasar belum sepenuhnya mampu membedakan adegan nyata dan rekayasa, serta cenderung meniru perilaku yang mereka lihat di game atau media digital.
“Kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian temannya dibanting, kan jadi masalah,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sejak dini dan pendampingan orang tua.