Dalam banyak kasus, ini juga menjadi cara untuk menyoroti isu-isu seperti rasisme, seksisme, dan ketidakadilan.
Dikutip dari Pew Research Center, 22% warga Amerika Serikat menganggap cancel culture sebagai sebuah gerakan yang mempengaruhi karier tokoh publik sejak 2020, dengan hampir separuh responden menyebutkan bahwa ini adalah sebuah konsekuensi yang harus diterima oleh pelaku.
Fenomena ini memang tidak hanya terbatas pada selebriti, namun juga menjangkau berbagai kalangan, termasuk politisi dan pengusaha yang dapat dengan mudah terjebak dalam kritik sosial.
Contoh nyata dari cancel culture dapat dilihat pada berbagai kasus, salah satunya melibatkan aktor Korea Selatan Kim Seon-ho yang terjerat dalam skandal aborsi.
Skandal tersebut membuatnya kehilangan ribuan penggemar dan kontrak-kontrak proyek film yang telah disepakati.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, di mana artis Saipul Jamil yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diboikot dari berbagai program televisi sebagai bagian dari respons sosial atas tindakannya.
Kasus-kasus ini menunjukkan bagaimana cancel culture berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial, terutama ketika hukum dianggap tidak cukup memberikan efek jera bagi pelaku.
Cancel culture memang tidak dapat dihindari, tetapi penting untuk melihatnya sebagai bagian dari dinamika masyarakat yang menuntut tanggung jawab dan etika yang lebih tinggi dari setiap individu, terutama mereka yang berada di posisi publik.
Meskipun demikian, ada juga yang mengkritik gerakan ini sebagai bentuk penghakiman sepihak yang terkadang berlebihan, tanpa memberi ruang bagi pertobatan atau penjelasan.
Sebagai tokoh publik, menjaga citra dan etika menjadi semakin penting di era digital ini, di mana setiap ucapan dan tindakan dapat dengan cepat tersebar dan menuai reaksi. ***
Artikel Terkait
Terungkap! Sindikat Jual Beli Rekening untuk Bandar Judi Online di Kamboja, Sudah Beroperasi 3 Tahun di Jakarta Barat
Disita Rp2,8 Miliar! Ini 4 Fakta Terbaru Penangkapan Tersangka Baru Kasus Judi Online di Kementerian Komdigi RI
Menkomdigi Meutya Hafid Menangis dan Meminta Maaf, Kisah Pilu Istri Pecandu Judi Online yang Kehilangan Segalanya
Cak Imin Dimarahi Istri Soal Judol, Meutya Hafid Minta Maaf Usai Pegawai Kemenkomdigi Terlibat Kasus Judi Online
Menteri Komdigi Blokir 651 Rekening Bank Terindikasi Judi Online, BCA Jadi yang Terbanyak, Simak Penjelasannya!
Langkah Baru Komdigi Demi Persempit Gerak Judi Online, Sebar SMS hingga Blokir Transfer Pulsa yang Terindikasi Judol