MBG Masih Bergantung pada Produk Impor, Kemendiktisaintek Siap Gandeng UMKM dan Industri Lokal untuk Solusinya!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 07:13 WIB
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. ( X.com/setkabgoid)
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. ( X.com/setkabgoid)

Selain itu, perguruan tinggi juga akan berperan dalam pengembangan pertanian guna memastikan ketersediaan pangan.

"Jadi fungsi dari kampus adalah meningkatkan pendampingan, baik di bidang pertanian maupun perkebunan, sehingga solusi yang dibuat secara lokal bisa mengatasi masalah distribusi di desa-desa," tambahnya.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Resmi Jadi Stafsus Menhan, Gaji dan Tunjangannya Segini, Lebih Besar dari Penghasilan di Dunia Hiburan?

Industrialisasi Desa untuk Mendukung Program MBG

Kemendikti Saintek telah menjajaki kerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden dalam upaya melakukan industrialisasi desa.

Salah satu fokus riset dalam program ini adalah pengembangan alat penyimpanan dan pengolahan makanan untuk mendukung MBG.

"Jadi di industrialisasi desa ini, karena dari program MBG ini kan sebetulnya membutuhkan alat-alat untuk penyimpanan makanan dan juga pengolahan makanan. Ini juga sangat penting karena biasanya alat-alat ini kita supply dari luar negeri," kata Fauzan.

Baca Juga: Kena Efisiensi Prabowo, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Siang Gratis Tetap Jalan meski Anggaran Dipangkas

Untuk mempercepat inovasi ini, Kemendikti Saintek juga akan mendorong perguruan tinggi vokasi agar berperan dalam program MBG.

Perguruan tinggi vokasi akan menjalin kerja sama dengan UMKM dalam membantu memasok kebutuhan program MBG.

"Jadi supaya bisa dikembangkan kerja sama antara perguruan tinggi, perguruan tinggi vokasi dengan UMKM,” ucapnya tegas.

“Jadi UMKM kita tingkatkan nilai tambahnya supaya nanti bisa menghasilkan alat-alat yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X