MBG Masih Bergantung pada Produk Impor, Kemendiktisaintek Siap Gandeng UMKM dan Industri Lokal untuk Solusinya!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 07:13 WIB
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. ( X.com/setkabgoid)
Suasana di SDN Jati 05 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 3 Februari 2025 saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan bersama para siswa. ( X.com/setkabgoid)

Meskipun jumlah publikasi ilmiah di Indonesia terus meningkat, kualitasnya masih perlu ditingkatkan agar lebih berdampak dalam dunia akademik dan industri.

Baca Juga: Stafsus Makin ‘Gemuk’ di Tengah Efisiensi Anggaran, Kebijakan Pemerintah Prabowo-Gibran Jadi Sorotan! Ini Dampaknya

2. Hilirisasi Produk dan Industri Bernilai Tinggi

Pilar kedua bertujuan untuk mengembangkan produk dan industri yang memiliki nilai tambah tinggi melalui riset.

Hal ini termasuk inovasi di bidang pangan dan teknologi yang dapat menunjang program MBG.

Mengurangi Ketergantungan pada Produk Impor

Fauzan menekankan bahwa Indonesia masih bergantung pada industri dagang dan impor produk luar negeri.

Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari hilirisasi riset adalah mengganti produk impor dengan produk lokal yang telah dipatenkan dan dapat dikembangkan oleh universitas.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Kena Pangkas! Gimana Nasib Beasiswa, Tunjangan Guru, dan Masa Depan Anak Muda Indonesia?

"Salah satu yang menjadi tujuan dari pengembangan pilar kedua ini adalah mengurangi impor atau mensubstitusi impor dengan produk-produk buatan kita yang paten-patennya. Mudah-mudahan, betul-betul bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh kampus-kampus," ujarnya.

Membangun Kemitraan antara Riset, Industri, dan Masyarakat

Kemitraan antara dunia riset, industri, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjadikan riset lebih aplikatif. Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi bekerja untuk menghubungkan penelitian dengan industri dan masyarakat agar hasil riset dapat menyelesaikan masalah-masalah di lapangan.

"Setelah terjalinnya kemitraan, kita ingin ujungnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Jadi produk-produk kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat," jelas Fauzan.

Baca Juga: BGN Kena Pangkas Rp200 Miliar! Kok Bisa? Padahal MBG Disebut Jadi Penyebab Pemangkasan Berbagai Anggaran Lainnya

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pangan dalam membantu logistik program MBG.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X