BMKG Sebut Sudah Masuk Musim Kemarau, tapi Hujan Deras Masih Turun di Banyak Wilayah, Ternyata Ini Penyebabnya!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 12 April 2025 | 20:17 WIB
Ilustrasi Hujan di Indonesia Saat Musim Kemarau. (Freepik/freepik)
Ilustrasi Hujan di Indonesia Saat Musim Kemarau. (Freepik/freepik)

BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Artinya, dalam beberapa bulan ke depan, wilayah-wilayah tersebut masih bisa mengalami hujan akibat sisa dinamika atmosfer sebelumnya.

Baca Juga: Lisa Mariana Akui Diancam Supaya Ngaku Halusinasi oleh Atalia Praratya, Usai Bongkar Hubungannya dengan Ridwan Kamil

“Puncak musim kemarau 2025 diprediksi akan sama hingga maju atau datang lebih awal dari biasanya, yang mendominasi hampir keseluruhan wilayah Indonesia,” sebut BMKG dalam keterangan tertulis.

Durasi musim kemarau juga tidak seragam di seluruh wilayah.

Ada daerah yang mengalami kemarau pendek selama dua bulan, seperti sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan, serta ada yang lebih panjang hingga delapan bulan di wilayah Sulawesi.

Dengan perbedaan durasi dan karakteristik ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap bijak mengelola air dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan musim kering berkepanjangan di daerah tertentu.

Baca Juga: Lisa Mariana Ungkap Atalia Praratya Sudah Lama Tahu Hubungan Gelap Ridwan Kamil dan Keberadaan Anak Mereka

Tak hanya itu, perubahan cuaca lokal seperti angin darat dan laut, serta suhu daratan yang tinggi, tetap dapat memicu terjadinya hujan lokal.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kilat maupun cuaca ekstrem lainnya.

Sebagai kesimpulan, walau musim kemarau telah tiba, kehadiran hujan di beberapa daerah adalah hal yang wajar mengingat Indonesia berada di wilayah tropis dengan dinamika atmosfer yang kompleks dan cepat berubah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X