Menjaga Persatuan Bangsa, Menilik Sejarah Hari Lahir Pancasila dan Relevansi Nilai Ideologi di Era Modern

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 1 Juni 2026 | 10:05 WIB
Peringatan Hari Lahir Pancasila jadi momentum penting menjaga persatuan bangsa melalui penguatan nilai ideologi demi menghadapi tantangan modern. (Dok. BPIP)
Peringatan Hari Lahir Pancasila jadi momentum penting menjaga persatuan bangsa melalui penguatan nilai ideologi demi menghadapi tantangan modern. (Dok. BPIP)

 

Mediapriangan.com - Di tengah derasnya arus modernisasi dan polarisasi sosial-politik saat ini, urgensi untuk menjaga persatuan bangsa kembali menjadi sorotan utama.

Fondasi utama dalam merawat kemajemukan tersebut berakar pada falsafah dasar negara yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa puluhan tahun silam. Momentum krusial ini diperingati setiap tahun guna merefleksikan kembali komitmen terhadap keutuhan NKRI.

Jika dirunut dari awal mulanya, konsep ideologi ini lahir melalui perdebatan panjang dalam sidang BPUPKI yang berlangsung pada pertengahan tahun 1945.

Baca Juga: Tanpa Cuti Bersama, Ini Siasat Atur Agenda Liburan Lewat Momentum Tanggal Merah Kalender Juni 2026

Dalam forum tersebut, Bung Karno menyampaikan pidato monumental yang memperkenalkan lima prinsip mendasar bagi Indonesia merdeka.

Gagasan yang disampaikan pada tanggal 1 Juni inilah yang kemudian disepakati sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi cikal bakal perumusan konstitusi.

Melalui perjalanan waktu yang panjang, pemerintah akhirnya mempertegas posisi momentum historis ini dalam struktur penanggalan nasional.

Baca Juga: Ada Dua Tanggal Merah, Cek Jadwal Libur Nasional Juni 2026 dan Simak Tips Atur Agenda Liburan di Sini

Lewat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Langkah hukum ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat dapat merenungkan kembali esensi dasar negara sebagai pemersatu keberagaman suku, agama, dan budaya.

Pada konteks kehidupan kekinian, implementasi nilai ideologi yang terkandung di dalamnya terbukti masih sangat krusial dalam membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme serta polarisasi digital.

Baca Juga: Bos Hanania Travel Jadi Tersangka, Kasus Penipuan Umrah Rp12 Miliar Seret Ratusan Calon Jemaah

Prinsip-prinsip gotong royong dan toleransi yang ada di dalamnya berfungsi sebagai pemandu dalam pembuatan kebijakan publik sekaligus pembentukan hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X