Prabowo Tegas Tolak Gabung Aliansi Militer, Indonesia Pilih Netral dan Ingin Berteman dengan Semua Negara

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 12 Juni 2025 | 13:41 WIB
Momen Presiden Prabowo saat membuka Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Juni 2025.  (Instagram/sekretariat.kabinet)
Momen Presiden Prabowo saat membuka Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Juni 2025. (Instagram/sekretariat.kabinet)

Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia yang akan tetap netral dalam hubungan internasional, khususnya dalam urusan aliansi militer.

Hal ini disampaikan saat membuka acara Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juni 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak ingin terseret ke dalam konflik atau kepentingan blok militer mana pun.

Baca Juga: Prabowo Yakin Kemiskinan Bisa Dihapus Sebelum 2045, Klaim Ekonomi RI Masuk 5 Besar Dunia Versi Lembaga Global

“Kita bertekad untuk tidak terseret ke dalam kelompok atau aliansi militer mana pun, kita tidak bisa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perdamaian dan hubungan yang baik dengan seluruh negara, bukan keterlibatan dalam konflik antar kekuatan global.

“Itu bukan keinginan rakyat Indonesia, karena kita menginginkan hubungan yang baik dengan semua negara,” tegas Prabowo.

Baca Juga: DPR Ancam Protes Jika Kuota Haji Indonesia Dipotong 50 Persen, Singgung Daftar Tunggu dan Kinerja Kemenag

Menurutnya, Indonesia bukan negara superpower, sehingga kebijakan luar negeri yang paling tepat adalah bersikap nonblok dan menjalin hubungan saling menghormati.

“Itulah sebabnya kebijakan pemerintah Indonesia dan kebijakan pemerintah saya adalah kebijakan nonblok netralitas,” kata Prabowo.

“Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara, kita ingin menjaga hubungan terbaik dengan semua negara, itulah sebabnya saya umumkan, kebijakan luar negeri saya adalah kebijakan tetangga yang baik,” lanjutnya.

Baca Juga: Isu Kuota Haji Indonesia 2026 Dipotong 50 Persen, BP Haji Ungkap Fakta dan Singgung Kinerja Kementerian Agama

Prabowo juga mengingatkan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini adalah kondisi sosial dalam negeri, khususnya kemiskinan dan kelaparan.

“Indonesia masih memiliki banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X