Wamenpar Ni Luh Puspa Tegaskan Pariwisata Berkualitas Bukan Sekadar Jumlah Turis, Tapi Pengalaman yang Berdampak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 22:17 WIB
Momen Wamenpar Ni Luh Puspa saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali pada Sabtu, 21 Juni 2025. (Kementerian Pariwisata)
Momen Wamenpar Ni Luh Puspa saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali pada Sabtu, 21 Juni 2025. (Kementerian Pariwisata)

Kementerian Pariwisata pun telah merancang sejumlah program untuk mencapai tujuan tersebut, seperti gerakan wisata bersih, digitalisasi promosi, penguatan wisata minat khusus, pengembangan event lokal, dan peningkatan kualitas desa wisata.

Dalam kesempatan itu, Ni Luh Puspa juga memaparkan kontribusi nyata pariwisata terhadap ekonomi nasional. Ia menyebut penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2024 mampu mendorong produksi barang dan jasa hingga Rp256,1 miliar, serta perputaran ekonomi sebesar Rp13,57 triliun.

Baca Juga: Satu Dekade Komunitas Family Galuh Lima Belas Ribu, Teguhkan Persaudaraan dan Peran Positif dalam Dunia Telekomunikasi

“Perputaran ekonomi pada Pesta Kesenian Bali 2024 mencapai sekitar Rp192,3 miliar. Selain itu, okupansi penginapan di sekitar lokasi kegiatan naik hingga 20 persen,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan desa wisata seperti Penglipuran dan Jatiluwih yang meraih penghargaan internasional. Menurutnya, Desa Penglipuran mampu mencatatkan pendapatan hingga Rp24 miliar per tahun sebagai destinasi terbersih dunia.

Statistik menunjukkan pemulihan pariwisata nasional berjalan pesat. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dari 1,6 juta pada 2021 menjadi hampir 14 juta pada 2024.

Baca Juga: Kemenag Tanggapi 5 Catatan dari Kedubes Arab Saudi Soal Haji 2025, Klaim Sebagian Masalah Sudah Tuntas

Sementara itu, pergerakan wisatawan domestik mencapai lebih dari 1 miliar perjalanan, melampaui angka pra-pandemi yang berada di kisaran 722 juta.

Target pariwisata pada 2025 mencakup 14,6 hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Sektor ini ditargetkan menyumbang devisa sebesar 19 hingga 22,1 miliar dolar AS, dan berkontribusi 4,6 persen terhadap PDB nasional atau sekitar Rp1.118 triliun.

Ni Luh Puspa menegaskan, pencapaian target tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor. Ia mengajak akademisi, termasuk Universitas Mahendradatta dan komunitas intelektual Bali, untuk turut berperan dalam menciptakan pariwisata yang lebih baik.

Baca Juga: Arab Saudi Akan Umumkan Kuota Haji 2026 pada 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan Tahun Ini Tak Pengaruhi Alokasi RI

“Ini adalah visi yang harus kita lakukan bersama, bukan secara parsial. Transformasi ini membutuhkan dukungan semua pihak,” katanya.

Menutup kuliah umum, ia menyampaikan bahwa masa depan pariwisata tidak ditentukan oleh seberapa banyak wisatawan datang, tetapi seberapa besar manfaat yang diberikan pariwisata bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan.

“Saya percaya, masa depan pariwisata Bali tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan, tapi oleh seberapa besar kebaikan yang pariwisata hadirkan bagi masyarakatnya,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X