Danantara Gandeng RDIF Russia, Bentuk Platform Investasi Rp37,6 Triliun Demi Dorong Sektor Strategis dan Teknologi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 26 Juni 2025 | 19:12 WIB
CEO Danantara, Rosan Roeslani.  (Instagram.com/@rosanroeslani)
CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Instagram.com/@rosanroeslani)

Mediapriangan.com - Langkah besar diambil Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia dengan menjalin kemitraan strategis bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Kedua pihak menandatangani kesepakatan pembentukan Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) dengan nilai investasi sebesar 2 miliar euro atau sekitar Rp37,6 triliun.

Penandatanganan dilakukan oleh CEO RDIF Kirill Dmitriev dan CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, disaksikan langsung oleh Presiden Federasi Russia Vladimir Putin dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Forum Ekonomi Internasional Saint-Petersburg, Jumat, 20 Juni 2025.

Baca Juga: Danantara, INA, dan Chandra Asri Bangun Pabrik Kimia Rp13 Triliun, Dukung PSN dan Tekan Impor Produk Strategis

Rosan Roeslani menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi pijakan penting dalam strategi jangka panjang Danantara untuk mendorong pertumbuhan nasional.

"Kemitraan dengan RDIF menandai langkah penting dalam memajukan strategi Danantara Indonesia untuk memobilisasi modal bagi prioritas nasional jangka panjang Indonesia," tegasnya.

Platform RIDNIP dirancang untuk menyalurkan investasi lintas batas ke berbagai sektor penting seperti infrastruktur, energi, manufaktur canggih, hingga ketahanan pangan.

Baca Juga: Target Sampah Tuntas 2029, Prabowo Tegaskan Arah Baru dan Gandeng Danantara untuk Proyek Waste to Energy Nasional

Rosan menekankan bahwa tujuan utama adalah memperkuat struktur ekonomi, mempercepat transformasi industri, dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami melihat ini sebagai landasan untuk penciptaan nilai yang berkelanjutan yang sejalan dengan visi kerja sama, diversifikasi, dan pengembangan bersama," tambah Rosan.

Tak hanya fokus pada modal, platform ini juga ditargetkan menjadi sarana transfer teknologi antara Indonesia dan Rusia, memungkinkan pertukaran pengetahuan dan solusi canggih.

Baca Juga: Ray Dalio Buka Suara soal Isu Mundur dari Danantara, Tegaskan Masih Jadi Penasihat Prabowo dan Indonesia

Melalui RIDNIP, kedua negara akan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan potensial yang bergerak di industri strategis.

CEO RDIF Kirill Dmitriev pun menyambut antusias kerja sama ini. Ia menyoroti bahwa hubungan Rusia dan Indonesia sudah terjalin erat sejak lama, dan platform ini akan memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X