Presiden Prabowo Dorong Ilmuwan RI Gaet Saintis Dunia, Target Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi dan Teknologi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 21:29 WIB
Presiden Prabowo dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 pada 7–9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung. (Setkab)
Presiden Prabowo dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 pada 7–9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung. (Setkab)

Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada peran ilmuwan dalam pembangunan nasional.

Melalui Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi ilmuwan Indonesia dengan para saintis dunia.

Presiden Prabowo juga mendorong para ilmuwan lebih sering hadir di ruang publik untuk berbagi pemikiran dan inovasi.

Baca Juga: Surya Paloh Tegaskan NasDem All Out Dukung Presiden Prabowo: Bukan Sekadar Lip Service, Siap Kawal Perubahan

Kolaborasi dengan saintis dunia akan semakin menegaskan jalan terang Indonesia Maju," ujar Ryno di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Langkah ini dinilai selaras dengan target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun ke depan melalui strategi industrialisasi nasional berbasis hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Ryno menyebut visi tersebut sesuai dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada pembangunan SDM, penguatan sains dan teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Blak-blakan ke Anies, Tom Lembong Ungkap Alasan Selalu Hadir Pemeriksaan Kasus Gula Tanpa Didampingi Pengacara

Mendukung arahan Presiden, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 pada 7–9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut kegiatan ini sebagai inisiatif Presiden untuk mempertemukan peneliti dan guru besar, khususnya di bidang STEM.

“KSTI 2025 menjadi wadah kolaborasi akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi menjadi industri bernilai tambah tinggi,” kata Brian.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Pengobatan 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang, Fokus pada Misi Kemanusiaan

Mengangkat tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, konvensi ini menghadirkan lebih dari 2.000 saintis dari berbagai bidang.

Brian menekankan, pertemuan ini akan merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis: energi, pertahanan, digitalisasi (termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur maju.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X