Purbaya Beberkan 3 Target Utama Stimulus Ekonomi 2025, Anggaran Rp7 T, PDB Tumbuh Cepat, hingga Perang Bunga Reda

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 16 September 2025 | 13:13 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah target khusus dirinya usai pengumuman program stimulus ekonomi RI.  (Dok. Kemenkeu)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah target khusus dirinya usai pengumuman program stimulus ekonomi RI. (Dok. Kemenkeu)

Mediapriangan.com - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menjadi sorotan publik usai mengumumkan sejumlah target penting dalam pelaksanaan program stimulus ekonomi terbaru.

Program yang diluncurkan Presiden RI, Prabowo Subianto, ini digelontorkan hingga akhir 2025 dengan anggaran sebesar Rp16,23 triliun.

Purbaya memastikan bahwa stimulus ekonomi tersebut sudah diperhitungkan secara matang agar tidak memperlebar defisit APBN 2025.

Baca Juga: Julukan ‘Cowboy Style’ Melekat pada Menkeu Purbaya, Gaya Blak-blakan Dinilai Bisa Jadi Taruhan Awal Masa Jabatan

Menurutnya, kebijakan ini merupakan upaya optimalisasi penyerapan anggaran negara sehingga manfaatnya langsung terasa bagi perekonomian nasional.

"Sudah dihitung secara matang. Jadi ini hanya optimalisasi penyerapan anggaran, supaya berdampak bagi perekonomian tanpa mengubah defisit terlalu signifikan," tegas Purbaya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 September 2025.

Adapun Purbaya membeberkan tiga poin utama yang menjadi fokus pemerintah:

Baca Juga: Menkeu Purbaya Beberkan Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Aturan Fiskal Bakal Lebih Longgar

1. Anggaran Bantuan Pangan Rp7 Triliun

Purbaya menyebut pos anggaran terbesar akan diarahkan untuk program bantuan pangan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp7 triliun dan berasal dari efisiensi anggaran yang belum terserap maksimal.

"Daripada sisa, tinggal tiga bulan lagi, mungkin enggak kepakai, jadi saya pakai ke sana," ujarnya.

2. PDB Naik dan Pajak Moncer

Purbaya optimistis stimulus ini dapat mengerek laju pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan pajak negara.

"PDB tumbuh lebih cepat, tax-nya lebih cepat juga, jadi dampaknya ke defisit cenderung netral to positif," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X