Mediapriangan.com - Nama Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, tengah ramai dibicarakan di media sosial.
Sejumlah unggahan warganet mengklaim bahwa Menpar Widiyanti kerap membuat permintaan merepotkan saat kunjungan kerja ke daerah, bahkan ada yang menyebut ia meminta air galon untuk mandi.
Isu ini semakin heboh setelah muncul pengakuan seseorang yang mengaku ASN dan menceritakan kebiasaan Menpar Widiyanti saat kunjungan kerja.
Mulai dari membatalkan kehadiran acara secara mendadak hingga menuntut fasilitas yang dinilai berlebihan.
Klarifikasi Menpar: “Tidak Pernah Mandi Air Galon”
Dalam tayangan podcast di kanal YouTube Helmy Yahya Bercerita yang tayang Kamis (25/9/2025), Widiyanti meluruskan kabar tersebut.
“Semua hotel ada air bersih dong, bagi saya isu itu bukan diri saya yang terganggu karena saya melihat ada isu harus mandi air galon, berarti hotel di seluruh Indonesia tidak ada air bersih dong?” ucapnya.
“Itu mencoreng nama baik hotel-hotel di Indonesia menurut saya. Jadi, saya mesti luruskan bahwa tidak ada tuh saya mandi pakai air galon. Itu hanya karangan saja,” tegasnya.
Ia menganggap gosip tersebut sebagai risiko yang harus ia terima sebagai pejabat publik. “Selama itu bukan dari kinerja, saya rasa itu masalah tidak perlu dipermasalahkan,” tambahnya.
Soal Membatalkan Acara di Daerah
Salah satu tuduhan yang mencuat adalah kebiasaannya membatalkan agenda daerah secara mendadak.
Artikel Terkait
Tradisi Nyangku Panjalu, Harapan Bupati Ciamis Untuk Meningkatkan Potensi Pariwisata di Kabupaten Ciamis
Maksimalkan Potensi Pariwisata: Pj Bupati Garut Dorong Tingkatkan Kualitas dan Keamanan Destinasi Wisata Kabupaten Garut
Pj Bupati Garut Dorong Pembangunan Pariwisata dan Budaya, Transformasi Menuju Destinasi Wisata Unggulan
Launching Calendar of Event Ciamis 2024, Kabupaten Ciamis Bakal Hadirkan Ragam Acara untuk Dongkrak Pariwisata
Sekda Kota Tasikmalaya Hadiri Acara Pengembangan dan Peningkatan Pariwisata Kampung Salapan melalui FKKS
Pelepasan West Java Adventure Offroad, Promosi Pariwisata dan Penguatan Kepedulian Sosial di Kabupaten Tasikmalaya